Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Australia 'semakin yakin' puing di pulau Reunion berasal dari MH370

Tidak pernah ada laporan Boeing 777 kehilangan flaperon, maka puing itu kemungkinan besar berasal dari MH370 milik Malaysian Airlines.

Tribun X Baca tanpa iklan

Puing yang ditemukan di Pulau Reunion di Samudra Hindia "sangat mungkin" berasal dari pesawat MH370 yang hilang, kata pejabat tinggi Australia kepada BBC.

Martin Dolan yang memimpin upaya pencarian dari Australia juga mengatakan operasi pencarian akan diteruskan "di tempat yang tepat" di bagian selatan samudra tersebut.

Puing, yang diduga bagian dari sayap itu, sudah diterbangkan ke Prancis untuk dianalisa.

Pesawat Malaysia Airline -Boeing 777 yang terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing- hilang pada bulan Maret 2014.

Terdapat 239 penumpang di dalam pesawat itu ketika hilang.

Puing itu terdampar di pulau Reunion, sekitar 4.000 km dari daerah yang diduga menjadi tempat hilangnya MH370.

Dolan yang merupakan kepala Biro Keamanan Transportasi Australia mengatakan kepada BBC bahwa ia "amat yakin puing itu terkait dengan pesawat Boeing 777".

Simulasi hanyutan

Simulasi hanyutan yang dibuat oleh tim penyelidik MH370.

Rekomendasi Untuk Anda

Ahli penerbangan yang meneliti dari fotonya mengatakan puing itu mirip dengan flaperon -bagian permukaan sayap yang bisa digerakkan- dari Boeing 777.

"Tak ada kasus yang pernah tercatat sebongkah flaperon hilang dari Boeing 777," kata Dolan.

Namun Dolan juga mengatakan penemuan ini tidak akan membantu menentukan dimana pesawat itu jatuh.

"Dalam 16 atau 17 bulan terakhir, puing yang mengambang akan menyebar dengan jelas di Samudra Hindia," katanya kepada kantor berita AFP.

Dipandu sinyal dari pesawat yang dideteksi satelit, pihak berwenang percaya bahwa pesawat itu jatuh di sebelah selatan Samudra Hindia.

Sebelumnya, pejabat Australia dan PM Malaysia Najib Razak mengatakan lokasi puing itu konsisten dengan analisa hanyutan yang dibuat oleh tim penyelidik.

Puing itu akan diterbangkan ke Toulouse, Prancis hari Jumat (31 Juli) ini.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas