Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Resep Umur Panjang Pria Jepang: Jangan Terlalu Banyak Kerja

Jangan terlalu banyak bekerja. Itulah resep usia panjang pria asal Jepang bernama Yasutaro Koide (112).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Y Gustaman
zoom-in Resep Umur Panjang Pria Jepang: Jangan Terlalu Banyak Kerja
Evening Times
Jangan terlalu banyak bekerja, minum-minuman keras dan mereka, adalah resep usia panjang pria asal Jepang ini. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM, NAGOYA - Seorang pria tertua di dunia asal Jepang, Yasutaro Koide (112), berbagi resep hidup panjangnya. Menurut dia, rahasia utama untuk berumur panjang adalah jangan terlalu banyak bekerja.

Yasutaro baru saja mendapatkan gelar pria tertua di dunia dari Guinness World Records, Jumat (21/8/2015), setelah penyandang gelar sebelumnya, Sakari Momoi, meninggal dunia di usia ke-112 tahun.

Ditanya rahasia umur panjangnya, Yasutaro menyebutkan tiga hal yang selama hidupnya ia hindari. "Cara terbaik adalah jangan kebanyakan bekerja," kata dia sambil menambahkan, tidak minum-minum dan merokok.

Ditemui di acara penganugerahan penghargaan Guinness yang digelar di sebuah panti jompo, cucu Yasutaro Aya Kikuchi itu mengatakan sosok sang kakek memang dikenal selalu menghindari rasa stres.

"Ia sangat keras kepala, namun semakin tua semakin mendingan. Gaya hidupnya adalah kegiatan-kegiatan yang menghilangkan stres," kata Aya dikutip surat kabar Chunichi Shimbun.

Resep umur panjang tersebut tentu berlawanan dengan kenyataan bahwa Jepang sangat populer dengan isu masyarakatnya yang seringkali bekerja lebih dari batas waktunya. Dikutip dari Yahoo Finance, sekitar 22 persen pekerja di Jepang bekerja 50 jam hingga lebih tiap minggunya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bekerja lebih dari batas waktu juga menjadi penyebab kematian yang cukup biasa di Jepang. Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, pada 2013, lebih dari 100 pekerja menunggal dunia akibat penyakit jantung dan bunuh diri akibat tekanan pekerjaan. (Evening Times/Yahoo Finance)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas