Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahathir Dipolisikan Gara-gara Menyapa Demonstran

Kehadiran Mahathir sama saja menyarankan warga untuk berpartisipasi dalam aksi demo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Mahathir Dipolisikan Gara-gara Menyapa Demonstran
AFP/Mohd Rasfan
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyalami para demonstran yang menggelar unjuk rasa di Kuala Lumpur, Sabtu (29/8/2015) mendesak Najib Razak mundur dari jabatan perdana menteri. 

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Sebuah lembaga swadaya masyarakat melaporkan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ke polisi setelah politisi tersebut menghadiri aksi demonstrasi Bersih 4 di Dataran Merdeka, Minggu (30/8/2015) kemarin.

Laporan ini dibuat Asosiasi Veteran Tentara Non-Pensiun cabang Selangor ke kantor polisi setempat.

pimpinan asosiasi ini, Raja Kamaruddin Raja Abdul Wahid mengatakan, kehadiran Mahathir sama saja menyarankan warga untuk berpartisipasi dalam aksi demo.

"Pertanyaannya adalah, mengapa ia harus datang ke aksi demo yang ilegal? Dalam pemikiran saya, itu tidak perlu," kata Wahid.

"Ketika Dr Mahathir tiba, orang-orang yang berada di sana secara tidak langsung menyukai kehadirannya," tambahnya.

Aksi demo ini menuntut PM Najib Tun Razak untuk mundur.

Najib diguncang isu korupsi setelah harian The Wall Street Journal menurunkan laporan investigasi soal aliran dana yang diduga ilegal ke rekening Razak.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia diduga menyelewengkan dana dari perusahaan pengelola investasi dana negara.

Diperkirakan terdapat aliran dana senilai 700 juta dollar AS, setara Rp 9,76 triliun, dari 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) ke akun rekening pribadi Najib dalam bentuk deposito.

Terkait tudingan WSJ, Badan Anti Korupsi Malaysia menyatakan, dana yang mengalir ke rekening Najib dalam bentuk deposito berasal dari "sumbangan".

Dengan demikian, dana itu sama sekali tak terkait dengan dugaan skandal seperti dituduhkan selama ini.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas