Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Crane Roboh Dioperasikan Perusahaan Milik Keluarga Osama bin Laden

crane yang menimpa Masjidil Haram pada Jumat (11/9/2015) adalah alat yang digunakan proyek pembangunan milik perusahaan keluarga Osama

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Crane Roboh Dioperasikan Perusahaan Milik Keluarga Osama bin Laden
CNN
Sejumlah alat proyek berat (crane) terlihat di sekitar Masjidil Haram, di hari robohnya sebuah crane di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (11/9/2015). (CNN) 

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Sejumlah media asing mengatakan bahwa crane yang menimpa Masjidil Haram pada Jumat (11/9/2015) adalah alat yang digunakan proyek pembangunan milik perusahaan keluarga Osama bin Laden.

Suasana sekitar Masjidil Haram, menurut wartawan Al Jazeera, memang dikatakan seperti area proyek konstruksi. Sebab, banyak alat berat seperti crane dibiarkan begitu saja menghadap masjid tersebut.

Padahal, jemaah sudah mulai memadati Masjidil Haram untuk melakukan salat Jumat. Cuaca buruk membuat oleng satu dari crane tersebut, yang lalu roboh menimpa masjid tersebut, menewaskan setidaknya 107 orang.

Menurut Telegraph, Masjidil Haram memang sedang menjalani konstruksi perbesaran tempat dan perusahaan yang menjalankannya adalah perusahaan yang didanai ayah Osama bin Laden, yaitu Saudi Binladin Group.

Karena memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan Arab Saudi, perusahaan tersebut dikatakan cukup besar dan sudah punya nama di negara itu. Apalagi, setelah memegang proyek konstruksi Masjidil Haram.

Dikutip dari Daily Mail, crane raksasa itu sebenarnya adalah keluaran sebuah perusahaan crane dari Jerman dan merupakan satu dari banyak crane yang dioperasikan di bawah proyek binaan Saudi Binladin Group.

Perusahaan itulah yang bertanggungjawab atas proyek pembangunan yang memakan biaya hingga Rp 307 triliun itu dan kompleks gedung mewah Abraj Al-Bait di Mekkah.

Rekomendasi Untuk Anda

Proyek perbesaran Masjidil Haram sudah dimulai sejak 2014 lalu. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menangani semakin banyaknya jumlah jemaah yang mengunjungi masjid tersebut. (Telegraph/Daily Mail)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas