Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Crane Roboh, Pemerintah Arab Saudi Dikritik Lalai

Mereka tampaknya tak peduli dengan Masjidil Haram

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Crane Roboh, Pemerintah Arab Saudi Dikritik Lalai
CNN
Sejumlah alat proyek berat (crane) terlihat di sekitar Masjidil Haram, di hari robohnya sebuah crane di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (11/9/2015). (CNN) 

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Musibah crane roboh di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, mulai memicu kritik, terlebih pada pemerintah Arab Saudi yang dikatakan lalai.

Pendiri Islamic Heritage Research Foundation yang berpusat di Mekkah, Irfan al-Alawi, mengomentari insiden yang terjadi pada Jumat (11/9/2015) lalu itu.

Irfan mengeluhkan pihak otoritas setempat yang sangat lalai membiarkan alat-alat proyek berat seperti crane menghadap masjid begitu saja.

Apalagi mengingat September 2015 ini adalah bulan haji dan hari itu adalah Jumat, sehingga tentu banyak jemaah yang berada di dalam Masjidil Haram itu, terlebih mereka yang akan melakukan salat Jumat.

"Mereka tampaknya tak peduli dengan Masjidil Haram, mereka juga tak peduli dengan kesehatan dan keselamatan (jemaah haji)," katanya pada AFP, sambil membandingkan kejadian itu dengan insiden ledakan bom.

Menurut laporan wartawan Al Jazeera Hasan Patel dari Mekkah, Masjidil Haram memang saat itu dipenuhi oleh alat-alat berat proyek konstruksi. Hal itu makin diperburuk oleh cuaca.

"Tempat ini memang terlihat seperti daerah proyek konstruksi raksasa. Yang membuat semakin buruk adalah sekitar pukul 17.30 turun hujan lebat," ucap Hasan, dikutip Al Jazeera.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, dicatat oleh USA Today, Mekkah sudah mencetak banyak rekam insiden, yang kebanyakan terjadi saat kegiatan haji dilakukan. Kematian jemaah akibat terinjak-injak adalah yang dikatakan paling sering terjadi.

Irfan memang kerap melayangkan kritik atas proyek-proyek pengembangan situs-situs suci agama, yang menurutnya malah mengacaukan hubungan dengan Muhammad. (Daily Sabah/Al Jazeera)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas