Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah Dibina Amerika, Kelompok Ini Justru Serahkan Senjata Mereka ke Al Qaeda

Pentagon mengakui sejumlah milisi Suriah binaan AS menyerahkan beberapa persediaan persenjataan mereka ke militan Al Qaeda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
zoom-in Setelah Dibina Amerika, Kelompok Ini Justru Serahkan Senjata Mereka ke Al Qaeda
AFP/Omar Haj Kadour
Sejumlah militan Al-Qaeda yang berdomisili di Suriah duduk di atas sebuah pesawat jet milik pasukan Suriah binaan AS, setelah militan tersebut menguasai bandara kemiliteran Abu Duhur, September 2015. (AFP/Omar Haj Kadour) 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Pihak Pentagon mengabarkan pada Jumat (25/9/2015) bahwa sejumlah milisi Suriah binaan AS menyerahkan beberapa persediaan persenjataan mereka ke militan Al Qaeda.

Dikutip dari The Washington Post, komandan yang memimpin pasukan tersebut mengatakan mereka menyerahkan begitu saja enam truk bak terbuka yang memuat beberapa tumpuk senjata api dan amunisi, yang adalah seperempat persediaan persenjataan mereka di Suriah.

Awalnya kabar soal itu didapat Pentagon dari pihak militan Al Qaeda, yang kemudian sempat disangkal karena dicurigai itu hanya plot propaganda Al Qaeda.

Namun, si komandan yang melaporkan lalu mengonfirmasi soal kabar itu dan menjelaskan alasannya.

Penyerahan itu dilakukan ternyata sebagai hasil negosiasinya dengan Al Qaeda untuk menjamin keamanan wilayah operasional pasukan binaan itu di Suriah Utara.

Hal itu kemudian disebut sebagai pelanggaran terhadap aturan yang sudah diajarkan dalam program pelatihan pasukan New Syrian Force oleh perwakilan komando pusat AS, Kol. Patrick Ryder.

Informasi tersebut kemudian dikatakan LA Times sebagai sebuah hal yang memalukan bagi program kemiliteran AS yang menelan dana sekitar Rp 7,3 triliun itu dan diniatkan untuk memberantas kelompok radikal ISIS.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk melatih pasukan itu saja banyak hambatannya, karena banyak dikritik soal misinya dan memang jadwalnya selalu tertunda.

Setelah dikirim ke Suriah, banyak pula yang akhirnya gagal, seperti berakhir kalah disergap Al Qaeda atau malah berakhir menyerahkan persediaan persenjataannya. (LA Times/The Washington Post)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas