Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wanita yang Ledakkan Diri Dikenal Sebagai Sosok yang Suka Mabuk

Sosok wanita yang meledakkan diri saat penyergapan di St-Denis, Prancis, ternyata selama ini dikenal gemar ke klub untuk mabuk-mabukan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Wanita yang Ledakkan Diri Dikenal Sebagai Sosok yang Suka Mabuk
Mirror Online/Daily Mail
Hasna 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Sosok wanita yang meledakkan diri saat penyergapan di St-Denis, Prancis, ternyata selama ini dikenal oleh teman-temannya sebagai orang yang gemar ke klub untuk mabuk-mabukan.

Hasna Aitboulahcen disebutkan oleh otoritas Prancis sebagai pelaku yang meledakkan dirinya di sebuah apartemen di St-Denis saat digerebek pada Rabu (18/11/2015) lalu.

Wanita berusia 26 tahun itu meledakkan dirinya sesaat setelah kepolisian menyerbu apartemennya untuk menangkap pria yang dikatakan menjadi otak penyerangan di Paris, Abdelhamid Abaaoud.

Sehari setelah insiden tersebut, keluarga dan kerabat Hasna memberikan testimoninya terkait Hasna, yang ternyata dikenang sebagai wanita yang memiliki "reputasi buruk".

"Ia gemar pergi ke klub, minum alkohol, merokok, dan pergi dengan banyak pria. Reputasinya buruk. Ia punya banyak kekasih, namun tidak ada yang diseriusi," ucap seorang tetangga, Amin Abou.

"Hasna tak pernah mengenakan hijab, selalu pakaian ala kebarat-baratan. Ia juga tak pernah ke masjid atau salat," tambah seorang temannya, Mattius Jacques, dikutip Mirror Online.

Rekomendasi Untuk Anda

Kepada Daily Mail, saudara Hasna, Youssouf Ait Boulahcen, bahkan mengatakan Hasna sama sekali tampak tidak tertarik untuk menaati agama, karena tak pernah membaca Alquran, merokok, dan suka mabuk-mabukan.

"Ia hidup di dunianya sendiri. Selalu memperhatikan ponselnya saja, sibuk cek Facebook atau Whatsapp," kata Youssouf.

Sedangkan, teman Hasna lainnya, Khamissa, menduga Hasna telah terpengaruh ekstremis Islam. Awalnya ketika Hasna mulai berhijab, ia sempat mengira temannya itu hanya telah mendapat hidayah.

Namun, ibunda Hasna memercayai bahwa putri "kesayangannya" itu telah dicuci otak oleh Abdelhamid untuk melakukan tindakan itu, meledakkan dirinya.

"Putra saudari saya telah mencuci otak (Hasna). Putri saya sangat baik. Kami tak percaya akan hal ini, (Abdelhamid) telah mempengaruhinya," sebut sang ibu. (Mirror Online/Daily Mail)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas