Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Presiden Rusia Keluarkan Dekrit Berisi Sanksi Ekonomi untuk Turki

Rusia menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki sebagai balasan atas insiden penembakan pesawat tempur Sukhoi Su-24 oleh militer Turki.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Presiden Rusia Keluarkan Dekrit Berisi Sanksi Ekonomi untuk Turki
KOMPAS.com
Seorang warga Suriah mencium gambar Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Rusia menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki sebagai balasan atas insiden penembakan pesawat tempur Sukhoi Su-24 oleh militer Turki.

Istana Kremlin menerbitkan teks sebuah dekrit yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin, Sabtu (28/11/2015).

Isi dekrit tersebut antara lain larangan impor sejumlah produk komoditi dari Turki sementara waktu. Namun, membawa barang-barang dari Turki ke Rusia untuk keperluan pribadi masih diperbolehkan.

Sejumlah organisasi asal Turki yang beroperasi di Rusia juga dilarang melakukan kegiatannya lagi.

Pengusaha Rusia juga akan dilarang mempekerjakan warga negara Turki mulai 1 Januari 2016. Aturan ini hanya berlaku untuk karyawan baru saja.

Selain itu, Rusia juga melarang penerbangan pesawat charter antara Rusia dan Turki. Agen-agen perjalanan di Rusia sudah diimbau menghentikan penjualan paket wisata ke Turki.

Pemerintah Rusia juga akan meningkatkan kontrol keamanan pada pelabuhan-pelabuhannya di Perairan Azov dan Laut Hitam. Kapal-kapal Turki yang lalu lalalng di perairan tersebut diawasi lebih ketat.

Rekomendasi Untuk Anda

Kerja sama bebas visa antara Turki dan Rusia dihentikan sepihak mulai 1 Januari 2016 sehingga warga Turki yang akan berkunjung ke Rusia tidak lagi bebas keluar masuk seperti biasanya.

Sanksi ekonomi tersebut tidak berpengaruh untuk warga Turki yang sudah mengajukan izin tinggal di Rusia termasuk para diplomat yang bekerja di kantor kedutaan besar dan konsulat Turki di wilayah Rusia.

Pengumuman sanksi ekonomi itu hanya beberapa jam setelah Erdogan menyampaikan pernyataan rekonsiliasi menyusul penembakan jet tempur Rusia. Erdogan berharap hal yang sama tidak terjadi lagi. ia mengaku sedih terjadi insiden yang tidak diinginkan itu, namun tidak meminta maaf sedikit pun kepada Rusia.

Ketegangan antara Turki dan Rusia meningkat setelah militer Turki menembak jatuh pesawat tempur Sukhoi Su-24 milik Rusia di perbatasan Turki-Rusia, Selasa (24/11/2015) lalu.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas