Tribun

Beberapa Pelanggaran Turis Asing di Jepang

Jepang begitu indah apalagi saat musim gugur saat ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Beberapa Pelanggaran Turis Asing di Jepang
Foto TV Asahi
Seorang wisatawan Indonesia yang asyik jalan-jalan di Kyoto rasanya tak mau pulang ke Indonesia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jepang begitu indah apalagi saat musim gugur saat ini.

Perubahan warna, terutama momiji (maple tree) dari daun warna hijau ke kuning dan ke merah, menjadikan Jepang semakin cantik.

Seorang turis Indonesia pun saat berada di Kyoto diwawancarai TV Asahi mengakui keindahan Jepang.

"Jepang terutama Kyoto ini sangat indah banget, impian saya sejak dulu ingin ke sini. Setelah di sini karena sangat indah rasanya tak mau kembali ke Indonesia," papar turis Indonesia itu kepada reporter TV Asahi disiarkan jam 12:30 siang ini waktu Jepang (1/12/2015).

Di tengah banyaknya wisatawan asing di Jepang saat ini khususnya di kota Kyoto, reporter TV Asahi melihat beberapa pelanggaran yang dilakukan turis asing di Jepang.

Seorang lelaki dari negara Australia membawa Drone lalu dioperasikan di pinggir kali di Kyoto.

"Maaf saya tak tahu kalau ini melanggar, saya hanya hobi saja memainkan drone pakai alat pengotrol," paparnya kepada reporter TV Asahi.

Di Jepang sejak banyak kejadian kecelakaan drone termasuk yang jatuh di atas kantor PM Jepang beberapa waktu lalu, pemakaian drone menjadi sangat ketat harus dengan ijin dan di tempat tertentu saja. Tidak bisa dioperasikan disembarangan tempat tanpa ijin polisi.

Kemudian warga Korea melakukan pelanggaran tempat persimpangan kereta api. Di Jepang dilarang memotret di tengah jalan kereta api.

Itulah sebabnya di daerah turis yang banyak lalu lalang di Kyoto saat ini ditempatkan satu satpam yang berjaga demi keamanan perlintasan kereta api.

Turis Korea ditemukan reporter TV Asahi asyik berfoto di tengah jalan kereta api. Langsung satpam memanggil dan meniupkan peluit meminta menghindarkan daerah terlarang tersebut, "Saya tak tahu kalau dilarang," papar sang turis.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas