Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

ISIS Perintahkan Pembantaian Bocah Difabel dan Down Syndrome

Rata-rata mereka dibunuh dengan cara disuntik mati maupun dicekik hingga kehabisan napas.

ISIS Perintahkan Pembantaian Bocah Difabel dan Down Syndrome
Mirror
Bocah penderita down syndrome di Irak. 

TRIBUNNEWS.COM - Teror yang dilakukan kelompok garis keras ISIS terus bergulir.

Kali ini, kelompok itu dikabarkan merilis fatwa lisan untuk membantai bayi penderita down syndrome dan difabel.

Kabar tersebut disampaikan Aktivis grup Mosul Eye asal Irak yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir MIRROR.co.uk, Senin (14/12/2015).

Jika kabar itu benar, ISIS mengadaptasi cara Nazi menghabisi bayi penderita down syndrome yang dinilai sebagai beban negara.

Mosul Eye mengatakan fatwa tersebut dikeluarkan oleh salah seorang pengawal hukum syariah ISIS bernama Abu Said Aljazrawi.

Informasi Mosul Eye mengindikasikan bahwa kebanyakan dari anak difabel yang tewas merupakan hasil pernikahan militan dengan wanita Irak, Suriah dan Asia.

Aktivis Mosul Eye mencatat ada lebih dari 38 pembunuhan anak difabel dengan usia satu pekan hingga satu bulan.

Rata-rata mereka dibunuh dengan cara disuntik mati maupun dicekik hingga kehabisan napas.

Pembunuhan tersebut kebanyakan dilakukan di Suriah dan Mosul.

"Tampaknya tidak cukup bagi ISIL (nama lain dari ISIS) untyuk membunuh pria, wanita dan lansia. Kini mereka juga menghabisi nyawa anak-anak," ujar salah seorang aktivis Mosul Eye.

Kabar adanya fatwa pembunuhan bocah difabel itu juga ditanggapi keras oleh para netizen, terutama pengguna jejaring sosial Facebook.

"Saya menangis untuk para bayi tersebut. Saya memiliki dua anak berkebutuhan khusus. Hati saya hancur," ujar salah seorang pengguna Facebook.

"Mereka lebih bengis ketimbang Nazi," tutur pengguna lain Facebook.

MIRROR

Penulis: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas