Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Desain Stadion Olahraga Nasional Jepang Karya Zaha Hadid Seharga 1,3 Miliar Yen Dibatalkan

Biaya desain arsitek berdarah Irak-Inggris Zaha Hadid, untuk desain stadion olahraga nasional Tokyo 2020 mencapai 1,3 miliar yen.

Desain Stadion Olahraga Nasional Jepang Karya Zaha Hadid Seharga 1,3 Miliar Yen Dibatalkan
JSC
Desain stadion olahraga nasional Zaha Hadid yang dibatalkan Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Biaya desain arsitek berdarah Irak-Inggris Zaha Hadid, untuk desain stadion olahraga nasional Tokyo 2020--yang kemudian dibatalkan pemerintah Jepang--mencapai 1,3 miliar yen dan telah dibayarkan Kementerian Pendidikan dan Olahraga Jepang.

"Biayanya yang telah dibayarkan sekitar 1,3 miliar yen dan dia telah menerimanya," kata sumber Tribunnews.com, Kamis (24/12/2015).

Meskipun biaya tersebut telah dibayar kepadanya, desainer tersebut masih belum puas dan mengkritik desain baru yang ditetapkan Selasa (22/12/2015) lalu oleh PM Jepang Shinzo Abe, yaitu karya arsitek Jepang Kuma Kengo.

Kritikan Hadid dalam pernyataan tertulisnya, "Sayang sekali pemerintah Jepang, dengan dukungan dari beberapa arsitek di sana, telah berkolusi untuk menutup pintu proyek tersebut untuk dunia. Perlakuan mengejutkan kepada desain dan tim teknik... bukan masalah desain atau anggaran. Faktanya banyak dari detail desain yang kami kerjakan selama dua tahun dan merekomendasikan penghematan biaya telah disahkan oleh mereka dengan kesamaan luar biasa dari detail rangka stadion awal yang kami rancang dan susunan tempat duduk mangkuk dengan desain yang telah diumumkan sekarang," tulisnya.

Sumber Tribunnews.com menyesalkan kritikannya tersebut karena tidak sepatutnya dia mengkritik.

"Jepang sudah selesai urusannya dengan dia mengapa sampai mengkritik pula, dan bukan tidak mungkin dia juga masih akan menuntut ke pengadilan tidak puas dengan pembatalan desainnya oleh pemerintah Jepang. Kami tidak mengerti jalan pikirannya, padahal telah dibayar dengan mahal desainnya tersebut," katanya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas