Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pria Muslim yang Lindungi Umat Nasrani dari Serangan Militan Meninggal Dunia

Pria muslim bernama Salah Farah itu menghembuskan napas terakhirnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pria Muslim yang Lindungi Umat Nasrani dari Serangan Militan Meninggal Dunia
Twitter/KResearcher
Salah Farah. (Twitter/KResearcher) 

TRIBUNNEWS.COM, NAIROBI - Seorang Muslim yang melindungi umat Nasrani dari serangan teroris di sebuah bis dikabarkan telah meninggal dunia.

Pria muslim bernama Salah Farah itu menghembuskan napas terakhirnya akibat luka tembakan yang didapatnya dari serangan pada Desember 2015 itu.

Dikutip dari VOA News, pria berumur 34 tahun itu meninggal dunia pada Minggu (17/1/2016) sore di Kenyatta National Hospital, Nairobi, Kenya.

Dikatakan para dokter yang mengoperasinya sudah mengusahakan segalanya untuk menyelamatkan nyawa Farah dari luka tembak pada pinggulnya.

"Bunuh kami semua atau tinggalkan kami," demikian ucap Farah, pada 10 militan yang mengepung bis yang ditumpanginya 21 Desember 2015 lalu.

Kalimat itu keluar dari mulutnya, usai para militan menyuruh penumpang muslim memisahkan diri dari penumpang Nasrani, yang akan mereka habisi.

"Mereka mengatakan kepada kami jika kalian orang Muslim, kami aman," kata Farah saat mengingat kembali kejadian itu kepada BBC.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Farah bersama penumpang muslim lainnya menolak untuk mengikutinya dan malah berupaya melindungi penumpang Nasrani yang ada dalam bis.

Mereka memberikan para penumpang non-Muslim pakaian muslim mereka untuk dikenakan dalam bis sehingga mereka tak mudah diketahui identitasnya.

Insiden itu berakhir dengan para militan yang akhirnya menyerah dan meninggalkan mereka.

Namun, sebelumnya mereka sempat menembak sekitar dua orang penumpang bis hingga tewas dan lainnya hingga cedera, termasuk Farah.

Selama beberapa minggu terakhir, pria yang berprofesi sebagai guru itu masih berkondisi baik dan sempat berbicara dengan wartawan.

Asosiasi guru Kenya menyampaikan belasungkawa dan berjanji untuk membantu keluarga Farah secara finansial.

Gubernur Mandera, Ali Ibrahim Roba, juga berjanji akan membantu keluarga Farah dan memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.

Kepada VOA News, terakhir ditemui pada awal Januari 2016 ini, ia mengatakan bahwa tiap orang harus hidup bersama secara damai.

"Kita semua adalah saudara, hanya agama yang berbeda. Saya minta agar para saudara muslim untuk menjaga saudara Nasrani, sehingga kita dapat saling menjaga,"

"Marilah kita saling membantu dan marilah kita hidup bersama secara damai," tuturnya. (VOA News/The Independent)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas