Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenang Serangan AS pada Perang Dunia II yang Tewaskan 100 Ribu Warga Jepang

Sedikitnya 100.000 warga Jepang tewas akibat serangan udara pesawat tempur Amerika Serikat dalam Perang Dunia II 71 tahun yang lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mengenang Serangan AS pada Perang Dunia II yang Tewaskan 100 Ribu Warga Jepang
NHK
Ratusan orang berkumpul di sebuah kuil di Sumidaku Tokyo memperingati serangan Amerika Serikat 71 tahun lalu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sedikitnya 100.000 warga Jepang tewas akibat serangan udara pesawat tempur Amerika Serikat dalam Perang Dunia II, 71 tahun yang lalu khususnya ke Tokyo dan sekitarnya tanggal 10 Maret 1945.

Upacara peringatan menyedihkan itu diadakan di Ireido Tokyo, Sumida-ku, dengan kehadiran para anggota keluarga korban dan sekaligus dihadiri keluarga Kekaisaran Jepang Putri Mako.

"Jangan sampai dua kali terjadi seperti hal ini di masa depan, cukup sekali saja pahitnya," kata seorang kakek berusia 90 tahunan mengingat masa lalu serangan Amerika tersebut sambil meneteskan air matanya di hadapan kamera para wartawan Jepang.

Tepat pada tanggal 10 Maret 1945 pagi, serangan udara oleh Amerika Serikat dengan pesawat B29 bomber, menghantam dengan banyak bom di daerah sekitar Sumida-ku.

Seorang ibu membawa putrinya juga menghadiri acara tersebut, Akiko Takahashi.

"Saya ingin mengajarkan putri saya akan adanya sejarah pahit seperti ini supaya tidak terlupakan dan jangan sampai terjadi lagi di masa depan. Itulah sebabnya saya bawa ke sini," katanya kepada Tribunnews.com, Kamis (10/3/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Rumah tempat penyimpanan tulang para korban tersebut mengumpulkan sekitar 4.000 tubuh yang dikenal dan diperkirakan masih banyak lagi tubuh yang tak dikenal yang belum diketahui keluarganya hingga kini.

Bom selain menghancurkan Kota Tokyo juga membakar seluruh Kota Tokyo saat itu sehingga hancur berantakan kecuali daerah kekaisaran.

Di sinilah, di tempat kekaisaran secara darurat para rakyat sempat diperbolehkan masuk dan diberikan makanan serta minuman agar dapat bertahan hidup saat itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas