Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penjaga Kebun Binatang Dituduh 'Berhubungan Seks' dengan Lumba-lumba

Rekaman tersembunyi memperlihatkan, lumba-lumba itu berenang terbalik di sebuah kolam dalam ruangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Penjaga Kebun Binatang Dituduh 'Berhubungan Seks' dengan Lumba-lumba
Kompas.com
Dalam foto yang diambil dari rekaman video ini terlihat aksi penjaga kebun binatang yang dituding melakukan pelecehan sekskual terhadap seekor lumba-lumba. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang penjaga kebun binatang di Belanda dikecam setelah sebuah video menampilkan sang penjaga terlihat sedang 'berhubungan seks' dengan seekor lumba-luma

Namun, para penyidik memutuskan perbuatan pria itu bukan tindakan kriminal karena bagian dari sebuah program "pembiakan" lumba-lumba.

Sejak video itu beredar pada aktivis hak-hak binatang mengecam Dolphinaruim di kota Hardewijk, Belanda dan menuntut tempat itu agar ditutup.

Sebuah rekaman kamera tersembunyi memperlihatkan, lumba-lumba itu berenang terbalik di sebuah kolam dalam ruangan.

Lalu seorang petugas pria membungkuk ke arah mamalia laut itu dan menggunakan tangannya untuk 'membelai' si lumba-lumba sebelum memberikan ikan untuk hewan itu.

Pihak kebun binatang mengklaim, tindakan yang dilakukan petugasnya itu adalah untuk mencegah hewan itu menjadi stres.

Petugas yang terekam kamera itu menambahkan, apa yang dilakukannya adalah untuk mencegah lumba-lumba itu melakukan hubungan inses.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski demikian, Leonie Vestering, pemimpin organisasi penyayang binatang PvdD, mengajukan gugatan dan menuduh pihak kebun binatang melakukan pelecehan seksual.

Namun, polisi enggan melanjutkan laporan ini menjadi sebuah kasus kriminal, karena tak ada undang-undang yang dilanggar pengelola kebun binatang.

"Tindakan itu dilaukan dalam konteks melatih lumba-lumba itu mengeluarkan spermanya dalam bagian sebuah program pembiakan," demikian pernyataan kantor kejaksaan setempat.

"Tindakan itu dilakukan para ilmuwan dalam konteks riset ilmiah yang fokus pada program pembiakan lumba-lumba," tambah kejaksaan.

Tak hanya menuding telah terjadi pelecehan sekskual, PVdD juga menuduh pihak kebun binatang menempatkan lumba-lumba itu di dalam kolam yang sempit.

"Sebagian besar waktu hewan itu ditempatkan di sebuah kolam berkapasitas 3 juta liter air. Mereka memang terkadang ditempatkan di kolam yang lebih kecil untuk observasi," ujar juru bicara kebun binatang.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas