Paus Fransiskus Akan Basuh Kaki 12 Pengungsi dalam Misa Kamis Putih
Paus Fransiskus akan membasuh kaki 12 anak pengungsi dan pencari suaka kota di Castelnuovo di bagian utara Porto, Roma, saat ritual pembasuhan kaki, K
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, VATIKAN - Paus Fransiskus akan membasuh kaki 12 anak pengungsi dan pencari suaka kota di Castelnuovo di bagian utara Porto, Roma, saat ritual pembasuhan kaki, Kamis (24/3/2016).
Tradisi pembasuhan kaki adalah upacara yang dilakukan umat Katolik seluruh dunia setiap Kamis Putih sebagai kenangan malam perjamuan terakhir Yesus bersama 12 murid.
Paus akan membasuh kaki para pengungsi muda yang akan diselenggarakan pusat penerimaan untuk pencari suaka, dikenal sebagai Accoglienza di Centro per Richiedenti Asilo (CARA).
Bapa Suci akan membungkuk untuk membasuh kedua kaki 12 pengungsi sebagai tanda pelayanan dan perhatian terhadap situasi mereka.
“Dia akan berlutut di depan 12 anak pencari suaka untuk membasuh kaki mereka sebagai isyarat menarik perhatian masyarakat dunia terhadap kondisi mereka,” kata Uskup Agung Rino Fisichella.
Pada Sabtu (12/3/2016) lalu, Paus menjelaskan tentang tindakan pembasuhan kaki.
"Dengan membasuh kaki para rasul, Yesus ingin memberikan teladan saling melayani dan untuk memberikan contoh perintah baru (Yoh 13:34) untuk mencintai satu sama lain sebagaimana Dia telah mengasihi kita yaitu memberikan nyawanya untuk kita."
Menggali lebih dalam, dia menambahkan bahwa cinta adalah pelayanan yang praktis yang ditawarkan kepada sesama manusia.
"Cinta bukanlah sebuah kata, itu adalah suatu wujud nyata pelayanan; pelayanan yang rendah hati, tersembunyi dan diam."
Berdasarkan pertimbangan ini kita dapat memahami nilai simbolis yang dimaksudkan Paus mengunjungi CARA di Castelnuovo, di Porto, dan membungkuk mencuci kaki para pengungsi. (Vatican,va/AFP)