PBB: Boko Haram Makin Sering Jadikan Anak-anak Tumbal Bom Bunuh Diri
Kelompok Boko Haram dikatakan semakin sering menjadikan anak-anak sebagai tumbal bom bunuh diri.
Penulis:
Ruth Vania C
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, ABUJA - Kelompok Boko Haram dikatakan semakin sering menjadikan anak-anak sebagai tumbal bom bunuh diri.
Hal itu disebutkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Anak-anak (UNICEF).
Penggunaan anak-anak dalam aksi bom bunuh diri yang didalangi Boko Haram di Afrika Barat pada 2015 lalu meningkat hingga 10 kali lipat.
Anak-anak sering dijadikan sebagai pelaku bom bunuh diri yang mengatasnamakan kelompok itu, terlebih anak perempuan dan rata-rata berusia 8 tahun.
Hal itu menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat Afrika Barat dan kini melihat hal tersebut sebagai ancaman besar.
"Padahal, anak-anak itu adalah korban, bukan pelaku," kata Direktur Regional UNICEF untuk Afrika Barat dan Tengah, Manuel Fontaine.
Menurutnya, menipu anak-anak dan memaksa mereka melakukan aksi mematikan menjadi hal yang paling mengerikan di daerah itu.
Boko Haram memang pernah mengklaim atas aksi penculikan sebanyak 276 siswi di sebuah sekolah menengah putri di Kota Chibok, Nigeria.
Selama dua tahun belakangan, hampir satu dari lima pengebom bunuh diri adalah anak kecil dan tiga perempat anak itu adalah perempuan. (Xinhua/TIME)
Baca tanpa iklan