Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Temuan Mengejutkan, Sosok Mona Lisa Ternyata Seorang Pria

Dilihat dari lukisannya, selama ini Mona Lisa dikenal sebagai perempuan cantik. Tapi ternyata dia seorang pria.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Temuan Mengejutkan, Sosok Mona Lisa Ternyata Seorang Pria
Daily Mail

Hanya wanita kaya seperti Gherardini, yang notabene bukan seorang biarawati, yang bisa dikubur di biara.

Para ilmuwan ini mendasarkan penelitian mereka di biara ini pada tulisan kehidupan Lisa Gherardini yang ditulis oleh sejarawan Italia, Giuseppe Pallanti, yang menemukan wasiat dari Francesco del Giocondo.

Wasiat itu menyebut saudagar itu meminta anaknya, Marietta, untuk merawat istri tercintanya itu.

Dokumen lain yang dikenal sebagai 'Book of the Dead' yang ditemukan oleh Pallanti dalam arsip gereja menunjukkan bahwa Lisa tetap di sana sampai kematiannya pada 15 Juli 1542.

Hanya wanita kaya seperti Gherardini, yang notabene bukan seorang biarawati, yang bisa dikubur di biara.

Silvano Vinceti yang memimpin Komite Nasional Peninggalan Sejarah, Budaya, dan Lingkungan mengatakan, kerangka itu “sangat mirip” dengan Lisa Gherardini.

Menurut dia, ada elemen yang sama pada hasil dari tes karbon-14, yang membuat mereka yakin telah menemukan makam Lisa.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya berbicara tentang analisis sejarah, antropologi, dan arkeologi, yang telah dilakukan dengan sangat ketat. Kemungkinan bahwa tulang itu miliknya [Lisa Gherardini] sangat tinggi,” tambah Vinceti.

Namun sayangnya, kata Vinceti, ada sedikit sisa-sisa kerangka itu dan tidak ada tengkorak, yang bisa dipakai merekonstruksi wajah misterius dari model lukisan itu.

Peneliti juga kesulitan membandingkan DNA kerangka itu dengan kedua putra Lisa Gherardini, Bartolomeo dan Piero, yang kerangkanya ditemukan di Gereja Santissima Annunziata.

“Kerangka anak-anaknya yang ditemukan di Gereja Santissima Annunziata telah terlalu banyak terdegradasi oleh banjir Arno dan tidak mampu memberikan DNA yang cukup untuk kemungkinan tes perbandingan,” papar Vinceti.

Peneliti lainnya, Giorgio Gruppioni, yang juga Kepala Laboratorium Antropologi Forensik Universitas Bologna, mengatakan, “Masalah terbesar kami adalah fakta di mana kerangka sangat terfragmentasi, sangat buruk.”

Tugas yang rumit, kata dia, menentukan jenis kelamin dan usia saat kematian, serta analisis DNA.

Sementara menurut Vinceti, dalam beberapa tahun ke depan teknologi akan bisa mengkonfirmasi bahwa temuan itu adalah Mona Lisa, dengan menggunakan sumber-sumber baru DNA.

WARTA KOTA

Sumber: Warta Kota
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas