Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Enam Bulan Jurnalis Perancis Menyusup di ISIS, Hasilnya Difilmkan

Di dalamnya dipaparkan tentang cara pandang para teroris muda yang bersedia melakukan aksi teror atas nama jihad.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Enam Bulan Jurnalis Perancis Menyusup di ISIS, Hasilnya Difilmkan
KOMPAS.COM/ISIL/AFP

TRIBUNNEWS.COM, PARIS -- Seorang jurnalis di Paris, Perancis, berhasil menyusup ke dalam jaringan teroris ISIS selama enam bulan.

Dia yang mengaku seolah-olah bergabung untuk melakukan serangan teror, kemudian mengabadikan kehidupannya di tengah para teroris dengan kamera tersembunyi.

Rekaman itu kemudian disusun dalam sebuah video investigasi yang menggambarkan anggota Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) merencanakan serangan, sebelum mereka ditangkap.

Jurnalis Muslim yang menggunakan nama samaran Said Ramzi ini kemudian menyusun film bertajuk "Tentara Allah".

Di dalamnya dipaparkan tentang cara pandang para teroris muda yang bersedia melakukan aksi teror atas nama jihad.

Seperti dilansir Kantor Berita AFP, Senin (2/5/2016), film tersebut akan ditayangkan di Perancis Senin malam waktu setempat.

Ramzi mendeskripsikan dirinya sebagai muslim dengan usia yang sama dengan para teroris muda itu. Mereka keluar untuk menyerang pada 13 November 2015, dan menewaskan 130 orang di Paris.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tujuan saya awalnya adalah untuk memahami apa yang ada di balik pikiran mereka," ungkap Ramzi.

"Satu pelajaran utama yang saya dapat adalah, jangan mengaitkan Islam dalam urusan ini. Yang ada hanya orang-orang hilang, frustrasi, bunuh diri, sehingga orang-orang muda itu dengan mudah dimanipulasi," ungkap dia.

"Mereka adalah orang-orang malang yang lahir di saat ada kelompok teroris ISIS. Ini sangat menyedihkan. Anak-anak ini mencari sesuatu, tapi hal itu yang mereka temukan," tutur Ramzi lagi.

Awalnya, untuk membuat hubungan dengan sel teroris itu, Ramzi mengikuti laman interaktif kelompok itu di akun Facebook.

Kemudian, dia mengaku bertemu dengan orang yang diperkenalkan dengan gelar "Emir" atau pimpinan dari sekelompok anak muda.

Ramzi menyebut, anak-anak muda di dalam kelompok itu datang dari latar belakang keluarga Muslim, namun sebagian lain adalah mereka yang berpindah agama.

Rekaman itu dilakukan di Chateauroux, sebuah kota di sebelah barat Perancis. Kegiatan luar ruang pun dilakukan dalam suasana sepi di musim salju.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas