Unjuk rasa memprotes pemecatan redaktur di Hong Kong
Keung Kwok-yuen dipecat Ming Pao setelah menerbitkan berita tentang pengusaha dan politisi Hong Kong yang terkait dengan Dokumen Panama.
Ming Pao menyatakan Keung diberhentikan untuk mengurangi biaya operasi.
Ratusan pengunjuk rasa menggelar aksi di kantor koran untuk menentang pemecatan seorang redakturnya.
Keung Kwok-yuen dipecat dari Ming Pao pada malam harinya setelah koran itu menerbitkan berita tentang para pengusaha dan politisi Hong Kong yang terkait dengan Dokumen Panama sebagai berita utama.
Wartawan, pegiat, dan politisi bergabung dalam unjuk rasa, Senin 2 Mei, dengan aksi duduk sambil membawa poster yang mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kebebasan pers di Hong Kong.
- Hong Kong 'mustahil' jadi negara merdeka
- Dua penjual buku Hong Kong 'kembali ke Cina'
- Protes warga Hong Kong atas 'huruf Cina daratan'
Sebagian pengunjuk rasa membawa jahe sebagai rujukan kepada Keung Kwok-yuen, yang berarti 'jahe' dalam Bahasa Kanton.
Pengaruh Beijing atas Hong Kong dikhawatirkan semakin besar.
Ming Pao sebelumnya menyatakan Keung diberhentikan sebagai upaya untuk mengurangi biaya operasi.
Dalam beberapa tahun belakangan, muncul kekhwatiran di kalangan sejumlah wartawan dan politisi atas pengaruh Beijing yang semakin besar di Hong Kong, yang tetap mempertahankan kebebasan sipil sejak dikembalikan oleh Inggris tahun 1997 lalu.