Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KSAU Jepang: Pelanggaran Pesawat Udara China Sebanyak 571 Kali

Bahkan 80 penerbangan lebih banyak ketimbang periode sama tahun lalu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in KSAU Jepang: Pelanggaran Pesawat Udara China Sebanyak 571 Kali
Foto Richard Susilo
Kepala Staf Angkatan Udara Jepang, Katsutoshi Kawano (61) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepala Staf Angkatan Udara Jepang, Katsutoshi Kawano (61), menyatakan pelanggaran yang dilakukan pesawat terbang China memasuki wilayah Jepang sangat banyak sekali sejak April hingga akhir Juni 2016.

Bahkan 80 penerbangan lebih banyak ketimbang periode sama tahun lalu.

"Jumlah pelanggaran udara yang dilakukan kapal asing memasuki wilayah Jepang ada 873 kali selama April sampai dengan kini. Di antaranya 571 dilakukan pesawat udara China yang jumlahnya jauh lebih banyak 80 kali ketimbang tahun lalu," ujar Kawano dalam jumpa persnya Kamis ini (30/6/2016).

Dengan jumlah yang banyak kali dilakukan pesawat udara China ke dalam wilayah Jepang terutam adaerah Senkaku, pihak Jepang sangat prihatin sekali dan membuat ketegangan luar biasa di perbatasan Jepang terutama dengan pesawat udara China.

Hal ini menurutnya juga telah dikoordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (AS).

Untuk menghindari pertikaian di masa depan, pihak Jepang akan semakin banyak melakukan koordinasi dengan pihak AS agar ketegangan ini bisa ditangani dengan baik nantinya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terus terang Kawano merasa kesal juga dengan ulah pesawat China yang terlalu amat sering memasuki daerah perairan Jepang tanpa seijin Jepang.

Menurut pengamat militer Jepang kepada Tribunnews.com, hal ini sebagai bagian dari upaya militer China melakukan bully kepada Jepang.

"Namun hal ini akan berdampak sangat berbahaya, kalau sampai pilot yang bersangkutan tidak bisa menahan emosi akan muncul pecah perang udara kemungkinan cukup besar nantinya."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas