Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yuukatsu Pola Kehidupan Fleksibel PNS Jepang Mulai Diterapkan Hari Ini

Kehidupan Yuukatsu akan diterapkan selama dua bulan yaitu Juli dan Agustus

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Yuukatsu Pola Kehidupan Fleksibel PNS Jepang Mulai Diterapkan Hari Ini
Foto Richard Susilo
Yuukatsu, kerja yang fleksibel mengatur diri sendiri untuk masuk kerja. Kalau masuk lebih pagi bisa pulang lebih awal. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Yuukatsu, kerja yang fleksibel mengatur diri sendiri untuk masuk kerja.

Kalau masuk lebih pagi bisa pulang lebih awal, dimulai bagi pegawai negeri Jepang (PNS) mulai 1 Juli 2016 ini.

"Sekarang kan Jumat saya datang tadi pagi sekali, jadi bisa pulang lebih awal, kereta juga tidak berdesakan, bisa nonton film juga atau minum bersama teman-teman enak," ujar Emiko Kurata salah seorang PNS Jepang kepada Tribunnews.com Jumat ini (1/7/2016).

Di kementerian tenaga kerja, kementerian luar negeri dan sebagainya yang ada di Kasumigaseki pagi ini dari pengamatan Tribunnews.com tampak banyak yang datang pagi sekali sebelum jam 8 pagi. Padahal biasanya mulai jam 9 pagi.

Namun dengan sistem Yuukatsu ini, artinya mereka bisa pulang lebih awal juga. Tapi kalau datangnya agak siang, pulangnya juga lebih malam lagi.

Yuukatsu diterapkan mulai musim panas karena dianggap saatnya untuk sering berkumpul dengan keluarga serta jalan-jalan sehingga banyak penggunaan uang, perekonomian berputar lebih baik.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketimbang musim dingin sekali di Jepang sulit untuk ke luar belum lagi tertahan salju tebal.

Dari survei yang dilakukan Kantor Kabinet Manajemen Personalia menghasilkan 48% responden melihat banyak perubahan jadwal atau pola kehidupan dengan Yuukatsu ini.

Sementara 45% menyatakan tak ada perubahan dan 7% malah menyatakan tambah banyak kerjaan dengan Yuukatsu ini.

Kehidupan Yuukatsu akan diterapkan selama dua bulan yaitu Juli dan Agustus, dan akan dapat dirasakan oleh sekitar 220.000 PNS Jepang di berbagai tempat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas