Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perdana Menteri Turki Bantah Negaranya Dikuasai Militer

Perdana Menteri Turki menepis apa yang disebutnya sebagai "upaya ilegal" yang dilakukan sebagian elemen militer yang mengklaim telah menguasai Turki.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Perdana Menteri Turki Bantah Negaranya Dikuasai Militer
GURCAN OZTURK/AFP
Sekelompok prajurit AD Turki menguasai pintu masuk ke Jembatan Bosphorus yang memisahkan Eropa dan Asia, Sabtu (16/7/2016) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, ANKASA - Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menepis apa yang disebutnya sebagai "upaya ilegal" yang dilakukan sebagian elemen militer yang mengklaim telah menguasai negeri itu.

"Kami sedang mengatasi kemungkinan sebuah percobaan kudeta. Kami tak akan membiarkan hal ini terjadi," kata Yildirim kepada stasiun televisi NTV lewat telepon.

Namun, Yildirim tidak menjelaskan langkah-langkah yang akan diambilnya, tetapi dia menegaskan pelaku percobaan kudeta hanya sebagian elemen militer Turki.

"Mereka yang melakukan aksi ilegal ini akan membayar sangat mahal," tambah dia sambil menambahkan peristiwa yang terjadi ini bukan sebuah kudeta.

Sementara itu, juru bicara dinas intelijen Turki mengklaim bahwa kudeta telah digagalkan, di tengah upaya kedua pihak mengklaim kekuasaan.

Menurut kantor berita Associated Press, pemerintah, termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan, berusaha menepis kabar bahwa militer telah menguasai negeri tersebut.

Pada saat yang sama, komandan pasukan khusus Turki, Jenderal Zekai Aksakalli, mengatakan, para pelaku kudeta tidak akan mencapai tujuan mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rakyat Turki harus tahu bahwa kami akan mengatasi masalah ini. Kami sepenuhnya mengendalikan situasi," ujar Aksakalii.

Di berbagai media sosial, beredar foto terkait gerakan militer di berbagai lokasi strategis, salah satunya ke stasiun televisi CNN Turki dan menghentikan siarannya.

Akun Twitter CNN Turki mengabarkan, militer memasuki gedung kantor berita Dogan, tempat studio televisi itu berada.

Gedung yang sama juga menjadi kantor stasiun televisi Kanal D, harian Hurriyet, dan kantor berita Dogan.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas