Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Koike: Olimpiade Tokyo Jepang Tekankan Keamanan dan Keselamatan Semua Orang

Koike melihat perlunya peningkatan keamanan yang tinggi di Tokyo pada waktunya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Koike: Olimpiade Tokyo Jepang Tekankan Keamanan dan Keselamatan Semua Orang
Foto NHK
Pesan Sampai Jumpa di Tokyo di tengah lapangan Olimpiade Rio Brazil 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gubernur Tokyo Yuriko Koike yang menerima bendera Olimpiade pada Penutupan Olimpiade Rio Brazil kemarin malam (21/8/2016), menekankan keamanan dan keselamatan bagi semua orang di Tokyo dalam Olimpiade 2020 mendatang.

"Melihat pengalaman dari Rio ini, kita akan semakin meningkatkan keamanan, terutama menghadapi teroris, serta menjaga keselamatan masyarakat terutama menghadapi panas yang luar biasa nantinya saat Olimpiade 2020 di Tokyo," ujar Gubernur Tokyo Yuriko Koike setelah menerima bendera Olimpiade dari panitia olimpiade internasional kemarin.

Koike melihat perlunya peningkatan keamanan yang tinggi di Tokyo pada waktunya.

Bukan hanya tepat pada saat Olimpiade, tetapi sudah mulai diatur sejak sekarang guna menghadapi segala kemungkinan terutama ancaman teroris dan segalanya.

Jepang yang memperoleh 42 medali, terbanyak dalam sejarah Olimpiade Jepang, menduduki urutan ke enam dalam Olimpiade Rio Brazil kemarin dengan perolehan 12 medali email dari gulat empat emas, yudo tiga emas, renang dan senam masing-masing dua emas, dan bulutangkis satu emas.

Olimpiade yang kedua kali di Tokyo tahun 2020 mendatang juga akan menyelenggarakan 33 jenis pertandingan, lima pertandingan lebih banyak dibandingkan Rio Brazil yang hanya 28 jenis pertandingan olahraga.

Rekomendasi Untuk Anda

Lima pertandingan tersebut adalah karate, bisbol, skateball, surfing dan sports climbing yang telah diakui pihak panitia olimpiade internasional.

Cuaca panas di Tokyo yang bisa mencapai 42 derajat Celcius di bulan Agustus juga menjadi keprihatinan pemerintah Jepang sehingga sejak awal Agustus ini dilakukan penelitian, guna bisa menantisipasi panas tahun 2020 mendatang, dilakukan oleh kementerian lingkungan hidup Jepang selama beberapa hari.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas