Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dianggap Mata-mata Asing, Iran Tangkap Juru Runding Nuklirnya

Persetujuan itu ditentang oleh banyak orang yang berhaluan keras yang memandangnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat (AS).

Dianggap Mata-mata Asing, Iran Tangkap Juru Runding Nuklirnya
Mehr/VOA
Jurubicara Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN -- Seorang anggota tim perunding nuklir Iran yang memainkan peranan dalam perundingan persetujuan nuklir yang bersejarah, Abdolrasoul Dorri Esfahani, telah ditangkap.

Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, juru bicara kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei mengatakan, Minggu (28/8/2016), ‘mata-mata telah menyusup ke dalam tim perunding nuklir’.

Namun, kata Ejei, yang bersangkutan dilepaskan dengan uang jaminan setelah ditahan dalam rumah tahanan selama beberapa hari.

Jati diri perunding itu tidak diungkapkan oleh Ejei, tetapi Ejei mengatakan yanag bersangkutan masih diselidiki, sebagaimana dilaporkan Voice of America.

Tahun lalu, Iran setuju mengekang program nuklirnya sebagai imbalan pengurangan sanksi ekonomi.

Persetujuan itu ditentang oleh banyak orang yang berhaluan keras yang memandangnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat (AS).

Hari Rabu (24/8/2016), organisasi berita garis keras melaporkan para pejabat Iran menahan Abdolrasoul Dorri Esfahani, yang mempunyai dua kewarganegaraan Iran-Kanada.

Esfahani adalah anggota tim yang merundingkan pencabutan sanksi terhadap Iran yang dibawahi salah seorang perunding utama perjanjian nuklir tahun lalu.

Dalam menanggapi laporan media garis keras hari Rabu, media pemerintah Iran mengutip Ejei hari Minggu mengatakan, laporan itu benar.

“Ia dibebaskan dengan uang jaminan. Namun, tuduhannya tidak terbukti,” kata Ejei.

Mengapa Eshfahani diselidiki, tidak dijelaskan.

Tetapi orang yang mempunyai dua kewarga-negaraan lebih sering menjadi sasaran pasukan keamanan Iran sejak persetujuan nuklir dicapai pada 2015.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas