Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dianggap Mata-mata Asing, Iran Tangkap Juru Runding Nuklirnya

Persetujuan itu ditentang oleh banyak orang yang berhaluan keras yang memandangnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat (AS).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dianggap Mata-mata Asing, Iran Tangkap Juru Runding Nuklirnya
Mehr/VOA
Jurubicara Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN -- Seorang anggota tim perunding nuklir Iran yang memainkan peranan dalam perundingan persetujuan nuklir yang bersejarah, Abdolrasoul Dorri Esfahani, telah ditangkap.

Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, juru bicara kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei mengatakan, Minggu (28/8/2016), ‘mata-mata telah menyusup ke dalam tim perunding nuklir’.

Namun, kata Ejei, yang bersangkutan dilepaskan dengan uang jaminan setelah ditahan dalam rumah tahanan selama beberapa hari.

Jati diri perunding itu tidak diungkapkan oleh Ejei, tetapi Ejei mengatakan yanag bersangkutan masih diselidiki, sebagaimana dilaporkan Voice of America.

Tahun lalu, Iran setuju mengekang program nuklirnya sebagai imbalan pengurangan sanksi ekonomi.

Persetujuan itu ditentang oleh banyak orang yang berhaluan keras yang memandangnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat (AS).

Hari Rabu (24/8/2016), organisasi berita garis keras melaporkan para pejabat Iran menahan Abdolrasoul Dorri Esfahani, yang mempunyai dua kewarganegaraan Iran-Kanada.

Rekomendasi Untuk Anda

Esfahani adalah anggota tim yang merundingkan pencabutan sanksi terhadap Iran yang dibawahi salah seorang perunding utama perjanjian nuklir tahun lalu.

Dalam menanggapi laporan media garis keras hari Rabu, media pemerintah Iran mengutip Ejei hari Minggu mengatakan, laporan itu benar.

“Ia dibebaskan dengan uang jaminan. Namun, tuduhannya tidak terbukti,” kata Ejei.

Mengapa Eshfahani diselidiki, tidak dijelaskan.

Tetapi orang yang mempunyai dua kewarga-negaraan lebih sering menjadi sasaran pasukan keamanan Iran sejak persetujuan nuklir dicapai pada 2015.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas