Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tangis dan Mawar Merah dari Warga Uzbekistan Saat Melepas Jenazah sang Presiden

Uzbekistan telah mulai tiga hari berkabung atas meninggalnya sang Presiden, Islam Karimov, yang telah berkuasa 27 tahun.

Tangis dan Mawar Merah dari Warga Uzbekistan Saat Melepas Jenazah sang Presiden
The Guardian
Pemakaman Presiden Uzbekistan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, TASHKENT - Uzbekistan telah mulai tiga hari berkabung atas meninggalnya sang Presiden, Islam Karimov, yang telah berkuasa 27 tahun.

Ribuan Warga Uzbekistan berbaris sepanjang kota Tashkent, pada hari Sabtu (3/9/2016)--di sepanjang perlintasan iring-iringan kendaraan jenasah pendiri negara itu.

Karimov meninggal pada Jumat (2/9/2016) pada usia 78 setelah menderita stroke.

Ia akan dimakamkan di keesokan harinya di kota kelahirannya, Samarkand, sekitar 300 km (185 miles) barat daya ibukota.

Pemimpin veteran itu telah menjalankan pusat bangsa Asia itu sejak 1989 dan hampir setengahnya di Uzbekistan dimana 32 juta warga dilahirkan ketika ia berkuasa.

Banyak pelayat memegang bunga, sebagian besar mawar merah, yang mereka letakkan di jalan perlintasan kereta jenasah, yang dijadwalkan akan melintas pukul 06.00 pagi waktu setempat saat perjalanan ke bandara.

"Apa yang kami akan lakukan tanpa Anda?" tangis sejumlah warga yang menanti melintasnya jenasah sang presiden.

Di Samarkand, peti jenasah akan disemayamkan di kota kelahiran sang Presiden mulai pukul 09.00 waktu setempat agar warga memberikan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di pemakaman terdeka.

Perdana Menteri Shavkat Mirziyayev telah ditunjuk pemimpin upacara dalam pemakaman Karimov di pemakaman. Hal ini juga sebagai petunjuk yang kuat, ia akan menjadi Presiden berikutnya.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dijadwalkan akan hadir dalam pemakaman pemimin negara sahabatnya itu.

Juga akan hadir pemimpin-pemimpin negara dari bekas Republik Soviet termasuk Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon, Presiden Turkmen Gurbanguly Berdymukhamedov dan Perdana Menteri Kirgizstan, Belarus, dan Kazakhstan.

Karimov adalah salah satu dari segelintir orang kuat Soviet yang berpaut kepada kekuasaan setelah tanah air mereka memperoleh kemerdekaan dari Moskow pada tahun 1991.

Kematian Karimov ini juga mendorong negara ini masuk pada "fase ketidakpastian", Ketua Majelis rendah Rusia parlemen Komite Urusan internasional, Alexei Pushkov, mengatakannya pada Jumat malam.

Sejumlah pemimpin negara juga menyampaikan belasungkawanya. Diantaranya, Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Presiden Uzbekistan Islam Karimov.

Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas