Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sudah Lebih 2.400 Orang Tewas Imbas Perang Presiden Filipina Melawan Perdagangan Narkoba

Sejak terpilih Duterte langsung mengkampanye perang melawan kejahatan bagi bangsa yang berada di Asia Tenggara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sudah Lebih 2.400 Orang Tewas Imbas Perang Presiden Filipina Melawan Perdagangan Narkoba
(morningledger/Facebook)
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Korban dari perang terhadap obat-obatan yang sedang dilancarkan oleh Presiden Duterte terus bertambah, dengan angka terbaru menunjukkan bahwa sudah lebih dari 2.400 pengguna dan pengedar narkoba tewas sejak ia meluncurkan kampanye berdarah itu lebih dari dua bulan lalu.

Angka yang dirilis oleh Polisi Nasional Filipina (PNP) pada Minggu (4/9/2016) menunjukkan bahwa 1.011 diduga pengguna dan bandar serta penjual narkoba telah tewas dalam operasi polisi sejak Duterte mulai enam tahun masa jabatannya pada 1 Juli lalu.

Sejak terpilih Duterte langsung mengkampanye perang melawan kejahatan bagi bangsa yang berada di Asia Tenggara. Terutama perdagangan narkoba.

Ia telah mendesak warganya untuk "membunuh pengedar narkoba". Polisi Filipina pun akan mendukungnya dengan sepenuh hati dalam melakukan perang terhadap narkoba itu.

Hasilnya mengejutkan, dengan rata-rata sekitar 37 orang per hari yang tewas di luar hukum.

Wakil-wakil dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) serta kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional telah mengutuk pembantaian yang merajalela, dan menilai Duterte telah meremehkan HAM.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tidak peduli tentang hak asasi manusia, saya percaya," katanya pada awal Agustus.

Setelah pengeboman di kota kelahirannya Davao minggu lalu oleh militan yang tergabung dalam ISIS, yakni Kelompok Abu Sayyaf yang membunuh 14 orang dan melukai sekitar 70.

Ia menyatakan "negara melawan kejahatan" bisa melihat polisi dan militer berperilaku dengan impunitas dalam minggu-minggu yang akan datang. (TIME)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas