Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Thailand Pastikan Dua Kasus Pertama Mikrosefalus Akibat Zika

Thailand telah mengonfirmasi dua kasus pertama mikrosefalus di negaranya yang dipastikan akibat virus Zika.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Thailand Pastikan Dua Kasus Pertama Mikrosefalus Akibat Zika
(AsiaOne/AFP)
Penyemprotan dilakukan di sebuah sekolah di Bangkok, Thailand, 14 September 2016, dalam upaya mencegah penyebaran virus Zika. (AsiaOne/AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK - Thailand telah mengonfirmasi dua kasus pertama mikrosefalus di negaranya yang dipastikan akibat virus Zika.

Tidak disebutkan di mana tepatnya dua kasus tersebut ditemukan.

Namun, telah dipastikan bahwa dua kasus itu berhubungan dengan wabah virus Zika yang melanda negara itu.

"Kami menemukan dua kasus mikrosefalus yang berkaitan dengan Zika, kasus-kasus pertama yang didapat di Thailand," kata penasihat Departemen Pengawasan Wabah Penyakit Thailand, Prasert Thongcharoen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dua kasus itu merupakan kasus mikrosefalus terkait Zika pertama yang ditemukan di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Thailand menyebut telah menemukan tiga bayi terlahir mikrosefalus.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, setelah diselidiki, ternyata hanya dua bayi yang kasusnya terkait virus yang menular melalui gigitan nyamuk itu.

Hubungan antara wabah Zika dengan kasus mikrosefalus telah ditemukan sejak Zika mewabah di Brasil pada 2015 lalu.

Terbukti dari lebih dari 1.800 kasus mikrosefalus ditemukan pada bayi yang dilahirkan para ibu hamil yang terjangkit Zika.

Mikrosefalus adalah kondisi di mana kepala bayi terlahir lebih kecil dari ukuran kepala bayi normal.

Sejak mewabah pada Januari lalu, kasus Zika sudah ditemukan sebanyak 349 kasus di Thailand.

Angka itu sudah disusul Singapura, di mana ditemukan total 393 kasus Zika, 16 kasus di antaranya ditemukan pada ibu hamil. (Bangkok Post/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas