Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hubungan Korea Selatan dan China Memanas karena Ikan

Kementerian Luar Negeri Korsel, Selasa ini, memanggil Dubes China untuk Korsel, Qiu Guohong, dan menyampaikan protesnya atas insiden tersebut.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hubungan Korea Selatan dan China Memanas karena Ikan
Foto Google
Laut China Selatan 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Korea Selatan dan China kembali bersitegang dan kali ini dipicu oleh tindakan nelayan China yang mencuri ikan di perairan barat Korsel.

Pada Selasa (11/10/2016) ini Seoul memanggil Duta Besar China untuk Korsel guna menyampaikan protes atas tindakan nelayan China yang menggelamkan kapal penjaga pantai Korsel, seperti dilaporkan Associated Press.

Insiden tenggelamnya kapal Korsel itu terjadi pada Jumat (7/10/2016) ketika petugas penjaga pantai mencoba untuk mengusir sekitar 40 kapal nelayan China karena menangkap ikan secara ilegal di lepas pantai barat Korsel.

Menurut petugas penjaga pantai Korsel, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Salah satu petugas penjaga pantai berada di kapal Korsel yang ditabrak oleh dua kapal ikan China. Ia kemudian melompat ke dalam air dan diselamatkan oleh rekan-rekannya.

Penabrakan itu berlangsung setelah delapan petugas penjaga pantai Filipina lainnya telah naik sebuah kapal China untuk melakukan pemeriksaan.

Kementerian Luar Negeri Korsel, Selasa ini, memanggil Dubes China untuk Korsel, Qiu Guohong, dan menyampaikan protesnya atas insiden tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada Minggu (9/10/2016), Kemlu Korsel juga telah memanggil Konsul Jenderal China.

Sementara Beijing pada Senin (10/10/2016) mengatakan bahwa pihak berwenang China masih memverifikasi situasi tapi mendesak Korsel untuk tetap tenang.

Media Korsel melaporkan, petugas penjaga pantai melepaskan tembakan di perahu nelayan dan ke udara ketika kapal nelayan China bergerak mendekati kapal penjaga pantai Korsel.

Para pejabat penjaga pantai di Seoul mengatakan pada Selasa ini bahwa mereka dapat mengkonfirmasi bahwa tembakan peringatan telah diarahkan ke udara.

Namun, masih diselidiki jika ada tembakan yang diarahkan ke kapal nelayan China.

Penjaga pantai mengatakan kapal yang tenggelam, berbobot 4,5 ton. Kapal bertolak dari dari sebuah kapal yang lebih besar untuk memeriksa perahu nelayan China.

Salah satu kapal China itu jauh lebih besar dengan bobot sekitar 100 ton.

China telah terlibat konflik dengan beberapa negara di Laut China Selatan. Bentrokan dengan petugas penjaga pantai Korsel juga terjadi dalam beberapa tahun ini.

Kapal-kapal nelayan China telah keluar dari perairan sendiri yang minim ikan dan menjangkau hingga wilayah perairan negara tetangga, termasuk di wilayah sekitar Natuna, Indonesi.

Akhir bulan lalu, tiga nelayan China tewas akibat kebakaran setelah petugas penjaga pantai Korsel melemparkan granat "flashbang" ke perahu mereka.

Granat ini adalah perangkat non-mematikan yang menghasilkan kilatan cahaya yang menyilaukan dan dengan suara ledakan keras.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas