Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Polandia Batal Beli 50 Helikopter Militer Buatan Airbus, Presiden Perancis Meradang

Dalam kontrak tersebut, Polandia akan membeli 50 unit helikopter. Sebagai gantinya, Airbus akan mendirikan fasilitas pabrik di Polandia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polandia Batal Beli 50 Helikopter Militer Buatan Airbus, Presiden Perancis Meradang
net
Helicopter Caracal 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, WARSAWA - Pimpinan produsen pesawat asal Perancis Airbus mengkritisi pemerintah Polandia.

Pasalnya, pemerintah Polandia membatalkan kontrak pemesanan helikopter senilai 3,5 miliar dollar AS.

Pemerintah Polandia mengabaikan rencana pembelian 50 unit helikopter Caracal pekan lalu. Ini membuat hubungan diplomatik antara Perancis dan Polandia memanas.

Presiden Perancis Francois Hollande membatalkan kunjungan ke Warsawa dan mengancam bakal melakukan peninjauan kembali terkait kerjasama pertahanan lainnya.

Mengutip BBC, Rabu (12/10/2016), CEO Airbus Tom Enders pun berang atas keputusan tersebut. Menurut Enders, pihaknya sudah terjebak selama berbulan-bulan dan akan mengajukan kompensasi.

Raksasa penerbangan Eropa tersebut memenangkan tender dalam penyediaan helikopter angkatan bersenjata Polandia pada April 2015. Kedua belah pihak pun sejak itu mulai menegosiasi rincian kontrak.

Dalam kontrak tersebut, Polandia akan membeli 50 unit helikopter. Sebagai gantinya, Airbus akan mendirikan fasilitas pabrik di Polandia.

Rekomendasi Untuk Anda

Perjanjian seperti itu, di mana kontraktor memberikan insentif bagi negara yang membeli produknya, relatif wajar terjadi di industri penerbangan dan pertahanan.

Namun, hubungan menjadi renggang sejak terpilihnya pemerintahan di bawah pimpinan Andrzej Duda pada bulan Oktober.

Pekan lalu, Polandia membatalkan pembicaraan dengan klaim bahwa kontrak yang diajukan tidak sesuai dengan kepentingan ekonomi dan keamanan negara tersebut.

"Airbus Helicopters (divisi produsen helikopter Airbus) tidak memberikan penawaran memuaskan pada pembicaraan tahap akhir. Mereka tidak merespon posisi Polandia dan inilah mengapa negosiasi kontrak dihentikan," ujar Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz.

Dalam pernyataannya, Airbus bersikeras bahwa penawaran investasinya akan memberikan lebih banyak manfaat kepada Polandia ketimbang pendapatan yang diperoleh Airbus Helicopters melalui kontrak pengadaan helikopter.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas