Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kepada Media Asing, Jokowi Mengaku Dekat dengan Presiden China dan Presiden AS

“Kami sangat dekat dengan Presiden Xi Jinping dan kami juga sangat dekat dengan Presien Barack Obama,” ujar Joko Widodo.

Kepada Media Asing, Jokowi Mengaku Dekat dengan Presiden China dan Presiden AS
PRESIDENTIAL PALACE/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo didampingi oleh Panglima TNI dan KSAU sempat mencoba masuk dan duduk di cockpit pesawat tempur Sukhoi SU-30 di tarmack Bandar Udara Ranai, sebelum menyaksikan manuver latihan tempur Angkasa Yudha 2016, bertempat di Bandar Udara Ranai, Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (6/10/2016). Usai turun dari cockpit pesawat Sukhoi SU-30 Presiden Jokowi disematkan Wing Kehormatan Penerbang oleh KSAU Marsekal Agus Supriatna dan dilanjutkan inspeksi aneka persenjataan pesawat tempur didampingi Panglima TNI Jendral Gatot Nurmatyo. PRESIDENTIAL PALACE/Agus Suparto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa ia tidak khawatir dengan peningkatan ketegangan antara Amerika dan China di kawasan Laut China Selatan.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan walaupun sedang terjadi peningkatan konflik negara-negara besar di Laut China Selatan, ia tetap ingin menjaga kepulauan nusantara, sementara ia berupaya menghidupkan kembali rencana ekonomi yang sejauh ini belum berjalan.

Pemimpin negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia itu mengatakan kepada media asing surat kabar The Wall Street Journal bahwa ia tidak khawatir dengan peningkatan ketegangan antara Amerika dan China, yang telah menambah kekhawatiran terjadinya militerisasi di kawasan maritim yang vital bagi perdagangan global itu.

“Kami sangat dekat dengan Presiden Xi Jinping dan kami juga sangat dekat dengan Presien Barack Obama,” ujar Joko Widodo dalam wawancara di rumahnya di kota Solo itu.

Joko Widodo telah mengajak China – sebagai salah satu negara – yang membantu membangun pelabuhan, bandara dan pembangkit listrik di Indonesia, fasilitas infrastruktur yang dibutuhkan untuk bersaing dengan negara-negara tetangga, seperti Vietnam. Investasi asing langsung dari China juga telah meningkat pesat.

Joko Widodo mengecilkan masalaah sengketa wilayah di Laut China Selatan yang melibatkan China dan beberapa negara tetangga Indonesia, meskipun berselisih dengan kapal-kapal nelayan China dan pasukan penjaga pantai yang mengawal Kepulauan Natuna yang kaya sumber daya alam, yang juga diklaim China.

Bulan ini Indonesia melangsungkan latihan udara terbesar di kawasan itu. Joko Widodo mengatakan tidak ada pesan yang ingin disampaikan lewat latihan udara di wilayah itu selain bahwa “kedaulatan negara tidak bisa dikompromikan”. [em/al].

Sumber: VOA Indonesia

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas