Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres Amerika Serikat

Demo Meluas di AS, Donald Trump Tuding Media Menghasut

"Ribuan orang berdemonstrasi di kota-kota dari New York ke Dallas sampai San Francisco untuk menyuarakan tentangan terhadap terpilihnya Trump."

Demo Meluas di AS, Donald Trump Tuding Media Menghasut
Twitter/Dave McLauchlan
Sebanyak lima orang jadi korban aksi penembakan yang dipicu demo anti-Donald Trump, Rabu (9/11/2016) waktu setempat. 

"Ribuan orang berdemonstrasi di kota-kota dari New York ke Dallas sampai San Francisco untuk menyuarakan tentangan terhadap terpilihnya Trump."

TRIBUNNEWS.COM, AS - Presiden terpilih Donald Trump kembali menulis di Twitter, menanggapi para pengunjuk rasa yang turun ke jalan di kota-kota di seluruh negara sejak pemilihannya.

Trump bercuit: “Baru saja menjalani pemilihan presiden yang sangat terbuka dan sukses. Sekarang para demonstran profesional, yang dihasut oleh media, memprotes. Sangat tidak adil! ''

Ribuan orang berdemonstrasi di kota-kota dari New York ke Dallas sampai San Francisco untuk menyuarakan tentangan terhadap terpilihnya Trump.

Baca: Demo Anti-Trump Bentrok, Terjadi Penembakan, Lima Orang Jadi Korban

Baca: Kecewa Trump Menang, Rakyat California Ingin Jadi Negara Sendiri Lepas dari Amerika

Beberapa menit sebelumnya, Trump lebih positif tentang lawatannya ke Washington, dan menulis: “Hari yang mengagumkan di DC. Bertemu dengan Presiden Obama untuk pertama kalinya. Benar-benar pertemuan yang baik, punya ikatan yang baik. Melania sangat menyukai ibu negara, Michelle!''.

Sementara itu, miliarder konservatif dan donatur Partai Republik, Charles Koch mengatakan, pemilu yang baru saja terjadi menunjukkan Amerika Serikat “terpecah jauh lebih dalam dari kapan pun dalam hidup saya.''

Koch mengatakan pemilu itu “membuat jelas bahwa bangsa Amerika marah dengan ekonomi dan sistem politik yang curang, yang membawa negara kita membentuk dua lapis masyarakat.''

Koch dan saudaranya, David, mengawasi kelompok-kelompok kebijakan dan politik yang menghabiskan sekitar $250 juta dalam dua tahun menjelang pemilu, banyak di antaranya untuk mempertahankan agar Senat tetap di tangan Republik.

Namun, kakak beradik itu tidak mendukung Trump dan tidak menyumbang dana bagi pemilihan presiden.

Dalam email hari Kamis (10/11) kepada para donor dan pegawai kelompok-kelompoknya, yang didapat oleh Associated Press, Koch tidak secara spesifik menyebut Trump namun mengatakan kelompoknya akan bekerja untuk menemukan titik temu dengan pejabat terpilih mana pun. [ps/al].

Sumber: VOA Indonesia

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas