Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres Amerika Serikat

Kalah di Pilpres AS, Hillary Clinton Salahkan Direktur FBI

Ulah Direktur FBI James Comey membuka kembali kasus emailnya dua minggu jelang pilpres adalah penyebab kekalahannya.

Kalah di Pilpres AS, Hillary Clinton Salahkan Direktur FBI
(Breitbart/AP/Andrew Harnik)
Calon presiden AS Hillary Clinton saat meninggalkan lokasi upacara peringatan peristiwa 11 September, New York, AS, Minggu (11/9/2016). (Breitbart/AP/Andrew Harnik) 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Kandidat presiden Partai Demokrat Hillary Clinton menyalahkan direktur Biro Investigasi Federal (FBI) atas kekalahannya di pemilihan presiden AS 2016.

Menurut Hillary Clinton, ulah Direktur FBI James Comey membuka kembali kasus emailnya dua minggu jelang pilpres adalah penyebab kekalahannya.

Dalam percakapan dengan pihak pendonor kampanye, Hillary Clinton mengatakan dirinya masih optimis menang sampai masalah emailnya itu muncul lagi.

Situasi diakui menjadi kacau ketika James Comey mengajukan sebuah surat pada Kongres, bahwa FBI telah mengungkap email-email baru Hillary.

Email-email terbaru itu diduga berkaitan dengan kasus email sebelumnya, yang menuduh Hillary Clinton menggunakan server email pribadi saat masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Dihadirkannya email-email baru tersebut membuat FBI memutuskan untuk membuka kembali penyelidikan atas kasus email sebelumnya itu.

Pengajuan surat dari James Comey itu muncul usai Donald Trump terus dikritik dan dijatuhkan atas penampilannya di tiga debat capres.

Saat itu, dukungan untuk Donald Trump sempat jatuh, namun munculnya kasus email terbaru membuat dukungan untuk Hillary Clinton jatuh.

Hillary Clinton menilai pemilihan waktu FBI untuk melakukan penyelidikan atas kasus barunya itu membuatnya berangsur kehilangan dukungan.

Donald Trump akhirnya menjadi pemenang di ajang pemilihan presiden AS 2016, Selasa (8/11/2016).

Perolehan suaranya di Lembaga Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden AS (US Electoral College) melebihi target, yaitu 276 suara.

Sedangkan, Hillary Clinton tertinggal dengan perolehan 218 suara. (Reuters/Mirror Online)

Ikuti kami di
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas