Tribun

Protes Kebijakan Donald Trump untuk Muslim, Warga Amerika Daftar Diri Sebagai Muslim

Lebih dari 20 ribu warga Amerika Serikat beramai-ramai sepakat untuk mendaftarkan dirinya sebagai warga muslim Amerika Serikat di sensus.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Protes Kebijakan Donald Trump untuk Muslim, Warga Amerika Daftar Diri Sebagai Muslim
WONKETTE.COM
Donald Trump. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Lebih dari 20 ribu warga Amerika Serikat beramai-ramai sepakat untuk mendaftarkan dirinya sebagai warga muslim Amerika Serikat di sensus.

Hal itu dilakukan atas solidaritas terhadap muslim Amerika Serikat yang menurut mereka didiskriminasi oleh kebijakan baru presiden terpilih Donald Trump.

Puluhan ribu warga Amerika Serikat memprotes kebijakan Donald Trump yang diusungnya semasa kampanye, yaitu membuat database kependudukan tersendiri untuk muslim Amerika Serikat.

Tujuannya agar warga muslim di Amerika Serikat dapat lebih dipantau pergerakannya.

Hal itu dikritik warga Amerika Serikat, terutama muslim.

Karena hal tersebut sebagai tanda pemerintah sudah memberikan prasangka buruk terhadap golongan agama tertentu.

Puluhan ribu warga Amerika Serikat tersebut kemudian berencana untuk menyertakan data kependudukannya dalam database itu sebagai muslim.

Aksi mendaftarkan diri sebagai muslim ini digerakkan kelompok-kelompok aktivis, termasuk aktivis Yahudi Jonathan Greenblatt.

"Jika benar database khusus muslim itu akan diberlakukan, saya akan ikut mendaftarkan diri sebagai muslim," kata Jonathan Greenblatt.

"Saya ingin ikut mendaftar karena ajaran Yahudi yang saya pegang, komitmen saya terhadap prinsip dasar negara, dan keinginan saya untuk membuat negara ini luar biasa," tambahnya.

Menurut Jonathan Greenblatt, warga Yahudi Amerika Serikat paham rasanya bagaimana dikelompokkan secara khusus dan dipantau ketat seperti itu.

Ia mengaitkannya pada pengalaman bangsa Yahudi bersama Nazi.

Protes atas kebijakan database khusus muslim itu juga memicu dibentuknya komunitas Register US, yang mengajak warga AS untuk mendukung muslim Amerika Serikat.

"Kami membentuk Register US atas upaya mempertahankan nilai-nilai dasar negara agar AS tidak menjadi negara yang suka mengawasi warganya berdasarkan agamanya," kata pencetus Register US, Rebecca Green. (TRT World/Telegraph)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas