Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mevlut Mert Altintas, Polisi Operasi Khusus yang Tembak Dubes Rusia

Polisi tersebut diidentifikasi sebagai seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Mevlut Mert Altintas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mevlut Mert Altintas, Polisi Operasi Khusus yang Tembak Dubes Rusia
Houston Chronicle/STF/Burhan Ozbilici

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Atas penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki, di Ankara, seorang polisi Turki ditetapkan menjadi pelakunya.

Polisi tersebut diidentifikasi sebagai seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Mevlut Mert Altintas.

Sejumlah media Turki menyebut Mevlut Mert Altintas selama ini dikenal sebagai sosok polisi yang cekatan dan lincah.

Tak heran bila Mevlut Mert Altintas pernah dipercaya untuk menjadi anggota pasukan operasi khusus.

Menurut konfirmasi otoritas Turki, Mevlut Mert Altintas selama dua setengah tahun terakhir bertugas di unit polisi anti huru-hara di Ankara.

Mevlut Mert Altintas juga disebutkan lulus dari sebuah akademi kepolisian di Izmir, Turki, dan bertempat tinggal di daerah Aydin.

Detik-detik sebelum melakukan aksinya, Mevlut Mert Altintas sempat berdiri tepat di belakang Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, Andrey Karlov tengah menyampaikan pidatonya di sela-sela sebuah gelaran pameran foto yang disponsori Kedubes Rusia untuk Turki.

Sejumlah polisi yang bertugas di sana mengatakan Mevlut Mert Altintas sebenarnya sedang tidak bertugas saat itu.

Mevlut Mert Altintas, yang saat itu mengenakan kemeja putih, jas dan celana hitam, lengkap dengan dasi hitam, tiba-tiba mengeluarkan pistol.

Ia lalu menembakkan pelurunya ke arah Andrey Karlov sebanyak sembilan kali dari belakang, sambil meneriakkan sesuatu.

"Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah! Allahu akbar!," teriak sang pelaku dalam bahasa Turki sambil mengangkat tangan kirinya.

"Selama kota kami tidak aman, kalian juga tidak akan pernah aman di sini!," lanjut si pelaku, sambil meminta pengunjung untuk mundur.

Mevlut Mert Altintas juga dikatakan sempat mengutip slogan khas Al-Nusra, kelompok militan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Rumah keluarganya di Aydin telah digeledah dan ibu, ayah, serta saudarinya ditahan oleh kepolisian pascakejadian.

Kediaman Mevlut Mert Altintas di Ankara juga diperiksa dan teman sekamarnya yang juga merupakan anggota polisi anti huru-hara ditahan.

Seperti Andrey Karlov, Mevlut Mert Altintas juga akhirnya tewas ditembak setelah terlibat baku tembak dengan kepolisian usai menembak Andrey. (Telegraph/Mic)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas