Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Indahnya Seni Kimono Jepang Berbahan Gula dan Beras

Bahan kimono dibuat dari gula dan beras menjadi seperti film atau kain hanya ada di Tokamachi Perfektur Niigata karya Takehiko Sanada.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Indahnya Seni Kimono Jepang Berbahan Gula dan Beras
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Seni kimono beras dan gula dari Niigata Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bahan kimono dibuat dari gula dan beras menjadi seperti film atau kain hanya ada di Tokamachi Perfektur Niigata karya Takehiko Sanada.

"Karya seni Sanada San sangat kreatif sekali seolah bisa jadi bahan pembuatan kimono yang cantik," kata Tomoko Yamaguchi seorang aktivis NPO Echigo-Tsumari Satoyama Tokamachi Perfektur Niigata kepada Tribunnews.com baru-baru ini.

Menurutnya bahan itu seperti film atau kain dibuat dari gula dan beras lalu diberikan desain Echigo Tsumari yang merepresentasikan Zaman Jomon Jepang sekitar 14.000 tahun lalu.

Lambang gambar tersebut melambangkan kekuatan dan kemakmuran terpengaruh Zaman Mesir kuno.

Baca: Jaya Meregang Nyawa di Tangan Keponakan Gara-gara Cemburu

Lalu dipadukan dengan motif daun sehingga membentuk motif lain buat Kimono yang cantik tapi tembus pandang putih susu yang semakin menampakkan keanggunan bahan tersebut digantung di atas atap ruangan menjulur ke bawah.

Rekomendasi Untuk Anda

Karya Sanada dapat dilihat di dalam museum Echigo Tsumari di Desa Kinare, Tokamachi, Perfektur Niigata.

Produksi tahun 2013 tersebut menarik banyak perhatian pengunjung selama ini. Yamaguchi ikut mempromosikan seni modern yang ada di Kota Tokamachi selama satu setengah tahun terakhir ini.

Di Kota Tokamachi itu pula diperagakan sedikitnya 300 karya seni modern saat ini bukan hanya dari artis Jepang tetapi juga dari luar Jepang seperti dari Finlandia, Taiwan, Belgia dan sebagainya.

Namun ada karya yang hanya ditampilkan hingga 12 Maret karena terkait salju yang lebat di Tokamachi.

Karya lain di dalam gedung museum ditampilkan sepanjang tahun. Jaraknya hanya dua jam berkereta api dari Tokyo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas