Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia dan Iran Bersumpah Lanjutkan Kerjasama Militer Dukung Suriah

Mereka berjanji akan terus melanjutkan kerjasama militer mereka untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Rusia dan Iran Bersumpah Lanjutkan Kerjasama Militer Dukung Suriah
AP
Kapal perang angkatan laut AS USS Porter meluncurkan misil tomahawk ke wilayah Suriah di perairan laut Mediterania. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Para pimpinan Angkatan Darat Rusia dan Iran telah berjanji untuk melanjutkan perjuangan melawan "teroris" dan para pendukung mereka di Suriah.

Hal itu ditegaskan Rusian dan Iran, setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memberondong rudal jelajah ke pangakalan udara Suriah.

Berbicara melalui telepon pada Sabtu (9/4/2017), Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dari Iran dan Jenderal Valery Gerasimov dari Rusia menegaskan "operasi militer Amerika terhadap pangkalan udara Suriah itu adalah agresi terhadap negara merdeka."

Demikian dilaporkan kantor berita Iran, IRNA seperti dikutip dari Aljazeera, Minggu (10/4/2017).

"Serangan rudal Amerika bertujuan memperlambat kemenangan tentara-tentara Suriah dan sekutu-sekutunya dan hanya akan memperkuat kelompok teroris", demikian dua kepala staf mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Mereka berjanji akan terus melanjutkan kerjasama militer mereka untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Kerjasama militer kita akan sampai total kekalahan para teroris dan orang-orang yang mendukung mereka", demikian mereka tegaskan, menurut kantor berita Mehr.

Rekomendasi Untuk Anda

Iran dan Rusia adalah sekutu terdekat Assad dan menyatakan semua lawan pemerintahannya sebagai "teroris".

Kedua pemerintah telah membela Assad terhadap tuduhan Barat bahwa rezim melakukan serangan senjata kimia pada Selasa (4/4/2017), di kota yang dikuasai pemberontak di kota Khan Sheikhoun, di Provinsi Idlib, dan telah membunuh setidaknya 86 warga sipil tak berdosa.(Aljazeera)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas