Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Minami Asomura Peringati Satu Tahun Gempa Bumi Kumamoto Jepang

Warga Minami Asomura dan keluarga besar Universitas Tokai memperingati satu tahun bencana gempa bumi Kumamoto, Minggu (16/4/2017.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Minami Asomura Peringati Satu Tahun Gempa Bumi Kumamoto Jepang
Istimewa
Dua mahasiswa Universitas Tokai Minami Asomura Kumamoto memberikan hormat dan menyampaikan rangkaian bunga untuk arwah tiga rekannya mahasiswa Universitas Tokai yang meninggal saat gempa bumi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Warga Minami Asomura dan keluarga besar Universitas Tokai memperingati satu tahun bencana gempa bumi Kumamoto, Minggu (16/4/2017) di kampus Universitas Tokyo.

"Dua orang mahasiswa mewakili keluarga besar Universitas Tokai dan masyarakat Minami Asomura tadi pagi menyerahkan kembang tanda duka cita kematian tiga rekannya saat gempa bumi, peringatan satu tahun gempa bumi Kumamoto tahun lalu," kata sumber Tribunnews.com, Minggu (16/4/2017).

Setahun lalu dengan kekuatan gempa 7 Skala Richter menghantam Minamiasomura sebuah desa di Kumamoto sehingga gedung sekolah Universitas Tokai pun menjadi miring melesak ke dalam tanah.

Gedung rumah kediaman para mahasiswa pun hancur sehingga tiga orang tertimpa reruntuhan gedung dan meninggal dunia.

Sekitar 120 anggota masyarakat dan keluarga besar Universitas Tokai berkumpul tadi pagi memperingati setahun bencana tersebut.

Baca: Peluncuran Rudal Jarak Menengah Korea Utara, Warga Jepang Makin Tegang

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami memang benar-benar sangat kehilangan teman-teman kami tersebut dan rasa sedih walaupun telah setahun rasanya masih tetap di hati kami. Namun jalan terus ke depan harus dilakukan dan kita akan semakin semangat sekolah menuju masa depan," kata Tanaka, seorang mahasiswa Universitas Tokai.

Setahun bencana Kumamoto masih banyak bangunan belum pulih saat ini dan juga para pengungsi yang belum kembali normal kehidupannya.

Sementara pelajar Indonesia yang berada di Kumamoto merasa gempa bumi tahun lalu masih membekas di hatinya.

"Masih deg-degan juga saya meski sudah setahun karena gempa masih tetap ada hingga kini meskipun tidak sebesar dulu. Namun kehidupan sudah kembali normal kembali," kata Budi, seorang pelajar Indonesia yang ada di Kumamoto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas