Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lima Tahun Terakhir 964 Kasus Kegagalan Estetika Terjadi di Jepang

Sebanyak 964 kasus kegagalan estetika termasuk terbakar rambut maupun kulit tubuh akibat penggunaan laser terjadi dalam lima tahun terakhir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Lima Tahun Terakhir 964 Kasus Kegagalan Estetika Terjadi di Jepang
Nishiyama
Kegagalan estetika di Jepang penggunaan laser kulit terbakar (kiri), rambut terbakar (tengah dan kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak 964 kasus kegagalan estetika termasuk terbakar rambut maupun kulit tubuh akibat penggunaan laser terjadi dalam lima tahun terakhir ini di berbagai klinik dan lembaga medis di Jepang.

Demikian diungkap Pusat Kehidupan Masyarakat (Kokusen), Jumat (12/5/2017).

"Banyak kasus kegagalan estetika selama lima tahun terakhir ini yang tercatat sampai dengan 28 Februari 2017 ada 964 kasus. Bahkan ada beberapa kasus sampai sebulan atau lebih tidak hilang-hilang dan berbekas merusak tubuh sang pasien," kata pimpinan Kokusen yang diketuai Tsuneo Matsumoto dalam jumpa pers.

"Masyarakat perlu hati-hati dan melihat semua aturan sesuai hukum agar tidak dirugikan para klinik yang gagal melakukan operasi kecantikan estetika," kata Aiko Onodera, salah seorang staf Kokusen.

Baca: Isu Tantangan Duel Berujung Tewasnya Pak Kades di Tangan Bocah 17 Tahun

Membakar rambut, mempercantik kulit tubuh dan estetika lain tentu punya banyak risiko dan hal itu harus dipersiapkan dengan baik termasuk perangkat hukumnya agar masyarakat tidak dirugikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebanyak 90 persen korban dan pasien yang melakukan perawatan estetika di Jepang adalah kalangan wanita dan kegagalan bidang estetika umumnya dari 4 pasien satu orang mengalami kegagalan operasi estetika baik pembakaran rambut (bulu kulit) maupun operasi estetika lain.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas