Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bertemu Wiranto, Dubes Australia Belum Mau Bahas Bantuan untuk Indonesia Cegah Masuknya ISIS

Paul mengungkapkan bahwa dirinya dan Wiranto masih membicarakan potensi terorisme di Asia Tenggara akhir-akhir ini secara umum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Bertemu Wiranto, Dubes Australia Belum Mau Bahas Bantuan untuk Indonesia Cegah Masuknya ISIS
SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Paul Grigson, Duta Besar Australia untuk Indonesia saat berkunjung di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Corjesu Kota Malang, Selasa (22/11/2016). Paul Grigson melakukan sejumlah kunjungan ke sekolah dan kampus di Malang untuk mempererat hubungan Indonesia-Australia. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson menjelaskan belum ada pembahasan mengenai bantuan untuk Indonesia untuk mencegah masuknya paham ISIS ke nusantara melalui Marawi di Filipina Selatan.

Hal itu diungkapkannya usai pertemuan dengan Menkopolhukam Wiranto di Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Paul mengungkapkan bahwa dirinya dan Wiranto masih membicarakan potensi terorisme di Asia Tenggara akhir-akhir ini secara umum.

"Kami masih berbicara terorisme secara umum, masih terlalu jauh untuk membicarakan masalah bantuan dana untuk cegah semakin menyebarnya ISIS. Indonesia dan Australia bekerja sama sangat erat untuk masalah terorisme dan saya kira pembicaraan masih akan terus berlanjut dalam dua pekan ini," tegasnya saat ditemui wartawan.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Wiranto tak menampik ada pembicaraan mengenai ISIS di Marawi yang bersifat teknis dan aplikatif.

"Kami sepakat untuk mengembangkan hal yang lebih taktis, lebih aplikatif untuk menanggulangi ISIS di Filipina Selatan," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas