Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Israel Copot Detektor Logam di Masjid Al Aqsa, Tapi Malah Diganti Dengan Alat Ini

Israel memutuskan untuk mengangkat detektor logam di masjid Al-Aqsa, Jerusalem, tapi malah diganti dengan alat ini.

Israel Copot Detektor Logam di Masjid Al Aqsa, Tapi Malah Diganti Dengan Alat Ini
AFP
Warga Palestina salat di jalan setelah Israel memperketat akses ke kompleks Haram al-Sharif di Jerusalem. 

TRIBUNNEWS.COM - Israel memutuskan untuk mengangkat detektor logam di masjid Al-Aqsa, Jerusalem, Selasa (25/7/2017), dan menggantikannya dengan yang lebih canggih.

Penempatan detertor logam di akses masuk ke tempat suci di kawasan Kota Tua, Jerusalem, itu telah menimbulkan protes keras di kalangan umat Muslim dan warga Palestina lainnya.

Mengutip sebuah pernyataan dari kementerian terkait Israel, kantor berita Reuters melaporkan bahwa detektor logam itu akan digantikan dengan alat pengawas yang cerdas dan tersebunyi.

Massa aksi dari Spirit of Aqsa menggelar aksi saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (23/7/2017). Dalam aksinya mereka mengecam serta mengutuk keras pembatasan dalam beribadah dan tindakan kekerasan oleh Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa aksi dari Spirit of Aqsa menggelar aksi saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (23/7/2017). Dalam aksinya mereka mengecam serta mengutuk keras pembatasan dalam beribadah dan tindakan kekerasan oleh Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Kepolisian Israel memasang sejumlah detektor logal di semua pintu atau askes masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa di kawasan Kota Tua, Jerusalem, setelah dua polisi ditembak mati oleh tiga terduga warga Arab pada 14 Juli.

Insiden itu kemudian berkembang menjadi perseteruan yang baru antara Israel dan Palestina, bahkan meluas menjadi konflik antara Israel dan Dunia Islam.

Indonesia ikut mengecam Israel.

Peningkatan ketegangan, kematian tiga warga Israel dan empat warga Palestina dalam kekerasan pada Jumat (21/78/2017) dan Sabtu (22/7/2017) telah memicu kecaman internasional.

Dewan Keamanan PBB pun didesak untuk mengadakan sebuah pertemuan darurat untuk mencari cara terbaik untuk mengatasi situasi yang berkembang akibat konflik terbaru Israel-Palestina.

Massa aksi dari Spirit of Aqsa menggelar aksi saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (23/7/2017). Dalam aksinya mereka mengecam serta mengutuk keras pembatasan dalam beribadah dan tindakan kekerasan oleh Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa aksi dari Spirit of Aqsa menggelar aksi saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (23/7/2017). Dalam aksinya mereka mengecam serta mengutuk keras pembatasan dalam beribadah dan tindakan kekerasan oleh Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Kabinet Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memutuskan untuk mencopot semua metal detector di sembilan gerbang masuk setelah sebuah pertemuan pada Senin (24/7/2017).

Pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan para menteri senior Israel itu menyebutkan, pertemuan itu memutuskan untuk mengambil tindakan sesuai rekomendasi DK PBB.

Semua detektor logal yang dipasang di akses-akses masuk kawasan masjid Al-Aqsa agar diangkat dan digantikan dengan sarana pemindai atau pemeriksaan yang cerdas (smart checking).

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas