Bos Sumiyoshikai, Yakuza Jepang Meninggal Dunia Usia 88 Tahun
Tahun 1945 Nishiguchi memasuki keanggotaan yakuza di Shibaura Tokyo kelompok Sumiyoshi Ikka (saat itu).
Editor:
Johnson Simanjuntak
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Chairman mafia Jepang (yakuza) dari kelompok Sumiyoshikai, Shigeo Nishiguchi (88) meninggal dunia di rumah sakit di Tokyo karena sakit hari Selasa ini (12/9/2017).
"Pagi ini Nishiguchi meninggal biasa karena sakit di sebuah rumah sakit di Tokyo," papar sumber Tribunnews.com Selasa ini (12/9/2017).
Sebelum Yamaguchigumi pecah menjadi tiga bagian, Sumiyoshikai adalah kelompok Yakuza terbesar kedua di Jepang dengan markas di Tokyo.
Tahun 1945 Nishiguchi memasuki keanggotaan yakuza di Shibaura Tokyo kelompok Sumiyoshi Ikka (saat itu).
Tanggal 6 Maret 1956 Nishiguchi menjadi salah satu pimpinan berpengaruh di kelompok tersebut yang bermarkas di kuil Myouseiji yang ada di Asakusa Taitoku Tokyo.
Tanggal 23 Juni 1992 Badan keamanan Nasional Jepang (intelijen Jepang) mendeklarasikan Sumiyoshikan sebagai satu lembaga Yakuza yang berdiri sendiri, tercatat dan mendapat pengawasan ketat dari kepolisian Jepang.
Akhir tahun lalu Sumiyoshi-kai memiliki 3,100 members. Dengan markas di Tokyo mengoperasikan 17 wilayah di Jepang dan sempat menjadi pendukung berdirinyaKobe Yamaguchigumi saat pecah dari Yamaguchigumi 27 Agustus 2015.
Tahun 2002, Nishiguchi menjadi Chairman. Kemudian tahun 2016, tujuh korban wnaita mengajukan tuntutan pengadilan kepada Nishiguchi serta anggota Sumiyoshikai lain sebesar 220 juta yen dengan tuduhan penipuan dalam bidang investasi.
Baca: 55% Warga Jepang Ingin Meninggal di Rumah
Sampai kini kasus tersebut masih di pengadilan belum ada keputusan akhir dan final.
Tanggal 27 September 2012 Nishiguchi tercatat di Amerika Serikat sebagai anggota Yakuza yang di larang masuk AS dan semua assetnya yang ada di AS disita negara.
Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in
Baca tanpa iklan