Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

ICRC Kesulitan Jangkau Semua Pengungsi di Rakhine State

Mark Silverman mengatakan lembaganya mendapat kepercayaan dari Pemerintah Myanmar untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in ICRC Kesulitan Jangkau Semua Pengungsi di Rakhine State
istimewa PKPU
Situasi bergolak yang masih terus membayangi muslim Rohingya di Maungdaw tidak menyurutkan aktifitas bantuan kemanusiaan dari lembaga kemanusiaan nasional PKPU berikan bantuan di Rakhine State 

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Deputi Presiden Representatif Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Mark Silverman mengatakan lembaganya mendapat kepercayaan dari Pemerintah Myanmar untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi di Rakhine State.

Namun, Mark mengakui tidak mudah untuk mendistribusikan bantuan-bantuan yang diperlukan kepada pengungsi.

"Ada kesulitan dan tantangan yang berbeda ketika bekerja di Rakhine State," ujar Mark di Kota Yangon, Myanmar, Jumat (22/9/2017).

Mark menjelaskan para pengungsi tersebar di empat lokasi yang berbeda, yaitu di Maungdaw, Buthidaung, Rathedaung dan yang melarikan diri ke utara hingga Perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Baca: Jusuf Kalla: Agama Bukan Akar Penyebab Konflik

Selain tersebar, para pengungsi memiliki kebutuhan yang berbeda antara yang di Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung, seperti kebutuhan akan air bersih, makanan atau tenda.

"Tantangan kami yaitu harus bergerak cepat ke lokasi yang berbeda untuk memberikan apa yang mereka butuhkan," kata Mark.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengenai populasi, Mark menjelaskan lebih dari 400.000 orang yang menjadi korban melarikan diri hingga perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Baca: BREAKING NEWS: OTT di Banten, KPK Amankan 10 Orang

Sementara, kurang lebih 152.000 orang masih bertahan di wilayah Rakhine State. Mereka tersebar di beberapa titik.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, Mark mengatakan sebanyak 150 hingga 160 orang yang merupakan gabungan dari ICRC maupun warga lokal bekerja di lapangan.

"Kami berupaya agar personel dapat memenuhi semua kebutuhan para pengungsi," kata Mark.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas