Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Tahanan Wanita Korea Utara Sering Diperkosa hingga Hamil Sebelum Dieksekusi Mati

Para tahanan wanita di Korea Utara yang tinggal di kamp-kamp penjara politik ternyata sering diperkosa.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tahanan Wanita Korea Utara Sering Diperkosa hingga Hamil Sebelum Dieksekusi Mati
Nextshark
Ilustrasi penjaga sipir Korea Utara. 

TRIBUNNEWS.COM, KORUT - Para tahanan wanita di Korea Utara yang tinggal di kamp-kamp penjara politik ternyata sering diperkosa.

Bila hamil, mereka akan dieksekusi mati.

Yang lebih mengerikan, mereka akan dibunuh dengan dilempari batu dan bayi mereka akan dijadikan santapan anjing penjaga, seperti yang diberitakan Fox News.

Hal tersebut diungkapkan oleh Park Ju-yong, (29), pembelot yang selama hidupnya tinggal di kamp penjara Korea Utara selama lebih dua puluh tahun.

Baca: Korea Utara Mungkin Lakukan Uji Bom Hidrogen di Pasifik

Ia memberikan pengakuan kepada surat kabar Korea Selatan, Donga Ilbo, dan menceritakan apa yang harus dipatuhi narapidana selama masa hukumannya, Selasa (19/9/2017).

Kim Jong Un
Kim Jong Un pemimpin Korea Utara (AP)

Para tahanan wanita tersebut menjadi korban kekerasan seksual di tangan para sipir atau penjaga keamanan.

Berita Rekomendasi

Mereka yang bersedia berhubungan seksual akan dikurangi beban kerjanya di kamp penjara.

Park Ju-yong menduga wanita yang hamil setelah diperkosa oleh para penjaga akan dipindahkan dari kamp, lalu dibunuh secara diam-diam.

"Setelah melahirkan, para ibu dieksekusi mati dan bayi mereka yang baru lahir dijadikan sebagai makanan untuk anjing penjaga," ungkapnya.

Park mengatakan para penjaga juga akan dikeluarkan sebagai sipir penjara sebagai hukuman atas tindakan mereka.

Menurut Park, eksekusi mati yang diberikan pada para tahanan juga sangat mengerikan dan menggunakan "ribuan batu."

Dia juga mengatakan bahwa para tahanan harus ikut melempari tahanan lainnya yang dieksekusi.

Jika tidak, para narapidana akan diancam untuk dieksekusi juga.

"Orang-orang akan melemparinya batu dengan keras. Setiap kali batu mengenai tubuh korban, tubuh mereka akan penuh dengan darah," kata Park.

"Dagingnya akan mengelupas sampai kamu bisa melihat tulang mereka, dan mereka akan mati tanpa perlu dieksekusi dengan senjata, "ungkap Park.

Seorang mantan sipir penjara di Korea Utara yang juga membelot pernah mengungkapkan hal serupa, tahanan wanita yang bersedia berhubungan seks dengan para penjaga akan mendapatkan "pekerjaan yang lebih mudah" sebagai imbalannya.

Kesaksian tersebut muncul setelah sebuah laporan yang dikeluarkan pada bulan Agustus oleh Departemen Luar Negeri AS.

Pemberitaan itu mengungkapkan bahwa para narapidana yang ditahan di kamp penjara Korea Utara dipukuli sampai mati.

Bahkan mereka kelaparan sampai tubuhnya menyerupai "kerangka berjalan", "orang kerdil" dan "orang lumpuh".

(TribunWow.com/Ekarista Rahmawati P.)

Sumber: TribunWow.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas