Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Awalnya Guncangan di Korut Diduga Ujicoba Nuklir, Ternyata Ini Penyebabnya

Kondisi itu lalu memunculkan kecurigaan, rejim Kim Jong Un kembali membuat ulah dengan melakukan uji coba senjata nuklir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Awalnya Guncangan di Korut Diduga Ujicoba Nuklir, Ternyata Ini Penyebabnya
KCNA
Kantor berita Korea Utara, KCNA, mengklaim pemimpin negara itu, Kim Jong Un telah mengunjungi fasilitas yang menjadi tempat penyimpanan hulu ledak nuklir. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Guncangan setara dengan 3,5 magnitudo dirasakan di wilayah Korea Utara, dan China, Sabtu (23/9/2017).

Lokasi getaran itu berada dekat dengan tempat uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korut beberapa waktu lalu.

Kondisi itu lalu memunculkan kecurigaan, rejim Kim Jong Un kembali membuat ulah dengan melakukan uji coba senjata nuklir.

Baca: Ketika Mahasiswa Tes Polwan Sebut Sila Pancasila

Namun setelah itu, Pusat Jaringan Gempa Bumi China (CAS) mengeluarkan pernyataan tertulis yang menyebut berdasarkan studi data infrasonik terungkap, guncangan itu bukan akibat uji coba nuklir.

Ternyata, seperti diberitakan AFP, guncangan itu disebut berasal dari gempa bumi alami.

Akademi Ilmu Pengetahuan China juga merilis sebuah laporan yang mengatakan, gempa tersebut kemungkinan adalah gempa yang "tertinggal".

Rekomendasi Untuk Anda

Artinya, hal itu memperkuat hipotesis para ahli internasional yang menyatakan gempa tersebut merupakan dampak tertunda dari peledakan sebelumnya.

Baca: Tsamara Amany Beberkan Alasan Berani Debat Fahri Hamzah

Uji coba nuklir terakhir Korut, pada tanggal 3 September adalah yang paling kuat di negara itu, yang memicu gempa berkekuatan 6,3 magnitudo, hingga terasa di China.

Kelompok pemantau memperkirakan uji coba nuklir tersebut memiliki hasil 250 kiloton, yaitu 16 kali ukuran bom Amerika Serikat yang menghancurkan Hiroshima pada tahun 1945.

Tes tersebut mendorong kecaman global, yang memimpin Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk dengan suara bulat menerapkan sanksi baru bagi Pyonyang.

Kekuatan gempa pada hari Sabtu ini jauh lebih rendah daripada getaran yang tercatat dalam tes nuklir Korea Utara sebelumnya.

Termasuk lebih kecil dari peledakan pertamanya di tahun 2006, yang memicu gempa berkekuatan 4.1 magnitudo. (Glori K. Wadrianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Guncangan Gempa di Korut Diduga Tes Nuklir, Ternyata...

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas