Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PBB Bantah Terima Petisi Referendum Papua Barat, Gerakan Pembebasan Papua Barat Berbohong?

Koordinator Gerakan Pembebasan Papua Barat Benny Wenda, mengatakan kepada pers bahwa 1,8 juta orang Papua Barat telah menandatangani petisi rahasia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in PBB Bantah Terima Petisi Referendum Papua Barat, Gerakan Pembebasan Papua Barat Berbohong?
AP Photo /KOMPAS.com
Markas PBB di AS. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Rafael Ramirez, Kepala Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.

Koordinator Gerakan Pembebasan Papua Barat Benny Wenda, mengatakan kepada pers bahwa 1,8 juta orang Papua Barat telah menandatangani petisi rahasia.

Petisi itu ditandatangani dari rumah ke rumah, dan dari desa ke desa di seluruh provinsi itu.

Dalam laporan tersebut, Benny Wenda mengaku mengajukan petisi itu kepada Komite Khusus untuk Dekolonisasi PBB.

Namun dari New York, ketua komite mengatakan, tidak ada petisi yang diterimanya.

Baca: Menantu Donald Trump Ini Sebenarnya Laki-laki Namun Dia Pernah Tercatat sebagai Perempuan, Kok Bisa?

Dia pun menegaskan, laporan -yang pertama kali dimuat di surat kabar The Guardian, itu adalah sebuah manipulasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Beberapa orang mencoba menggunakan saya, dan mencoba memanipulasi atau apa pun," kata Rafael Ramirez.

Ramirez mengatakan, Papua Barat tidak menjadi agenda komite dan pihaknya memiliki hubungan yang sangat baik dan kuat dengan Indonesia.

"Indonesia adalah sahabat kami yang sangat baik," sebut dia.

Pemerintah Indonesia mengecam laporan petisi tersebut, dan mengatakan bahwa petisi itu adalah aksi politik tanpa kredibilitas.

Sumber: Australia Plus ABC

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas