Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gadis 13-14 Tahun Jepang Jadi Companion, Mucikarinya Ditangkap Polisi

Penyediaan gadis di bawah umur tersebut, sebanyak delapan orang, telah dilakukan tersangka

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Gadis 13-14 Tahun Jepang Jadi Companion, Mucikarinya Ditangkap Polisi
Richard Susilo
Baju yang dipakai untuk kerja Companion (pendamping), dikenakan kepada gadis 13-14 Tahun Sapporo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Miki Saito (42) wanita mucikari Jepang yang mencarikan companion (teman) bagi om-om senang di Sapporo Hokkaido ditangkap pagi ini (4/10/2017) karena menyediakan gadis-gadis usia 13-14 tahun, di bawah usia kerja.

"Tersangka telah kami tangkap karena menyediakan gadis di bawah umur dipekerjakan untuk kerja Companion," ungkap sumber Tribunnews.com kepada Tribunnews.com Rabu ini (4/10/2017).

Perusahaan tersangka bernama "North Banquet Produce" di Chuoku Sapporo Hokkaido menawarkan Companion muda sekali tersebut kepada banyak om senang dan kepada orang yang memperkenalkan calon companion muda kepadanya terutama gadis dari kalangan sekolah menengah pertama (SMP), diberikan komisi 2000 yen per orang.

Penyediaan gadis di bawah umur tersebut, sebanyak delapan orang, telah dilakukan tersangka selama 24 kali yang bekerja antara Januari hingga Agustus 2017 lalu.

"Tersangka melanggar UU Kesejahteraan anak dan UU tenaga kerja Jepang pula," tambahnya.

Seorang ibu melaporkan hal tersebut kepada polisi, "Anak saya bekerja di sebuah klub Companion sampai malam hari sekali."

Rekomendasi Untuk Anda

Berkat laporan tersebut polisi menyelidiki tersangka dan terungkaplah kasus tersebut, mempekerjakan banyak gadis di bawah umur untuk pekerjaan dewasa Companion, menemani om-om senang untuk berbagai acara dan tempat serta berbagai kesempatan.

Polisi masih belum melihat kaitan dengan mafia Jepang (yakuza) dalam hal ini. Namun penyelidikan masih terus dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya mata rantai bisnis tersebut.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas