Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Paus Fransiskus Menangis Saat Bertemu Warga Rohingya

Saya sempat menangis. Saya berusaha melakukannya tanpa terlihat orang. (Para pengungsi) itu juga

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Paus Fransiskus Menangis Saat Bertemu Warga Rohingya
New York Times/Agence France-Presse/Getty Images/Vincenzo Pinto
Paus Fransiskus dan Aung San Suu Kyi. 

TRIBUNNEWS.COM, DHAKA - Bertemu dengan warga Rohingya di Bangladesh, Paus Fransiskus mengaku sempat menangis.

Dalam pertemuan umat lintas agama di Dhaka, Bangladesh, Jumat (1/12/2017), Sri Paus bertemu dengan sekelompok warga Rohingya yang selamat dari konflik.

Pertemuan dengan warga Rohingya itu dianggap sebagai simbol solidaritas Paus Fransiskus dengan warga yang menjadi komunitas minoritas di Myanmar itu.

Selain memegang tangan mereka satu persatu, Paus Fransiskus juga mendengarkan cerita kesaksian mereka soal penganiayaan yang menimpa mereka.

"Saya sempat menangis. Saya berusaha melakukannya tanpa terlihat orang. (Para pengungsi) itu juga," tutur Sri Paus, Sabtu (2/11/2017).

Paus Fransiskus mengatakan, saking berdukanya, ia sampai tergerak untuk berbicara kepada mereka, setelah sebelumnya ia beberapa kali seperti menghindar untuk menyebut "Rohingya".

Baca: KPK Sebut Belum Ada Pengembalian Uang Korupsi e-KTP dari Empat Kader Partai Ini

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Sri Paus, apa yang dilakukan Bangladesh untuk menampung para pengungsi Rohingya merupakan sebuah teladan.

"Apa yang Pemerintah Bangladesh lakukan terhadap (pengungsi Rohingya) sangat luar biasa. Itu merupakan contoh dari penerimaan yang tulus," kata Paus Fransiskus lagi.

Ada 16 orang warga Rohingya yang dipertemukan dengan Sri Paus, 12 orang di antaranya adalah pria, sisanya dua orang wanita dan dua orang remaja putri.

Dalam pertemuan Jumat tersebut, setelah mendengar cerita mereka, Pemimpin Gereja Katolik Roma itu menyampaikan permintaan maaf mewakili pihak yang sudah menganiaya warga Rohingya.

"Atas nama semua pihak yang telah menganiaya Anda, yang telah membahayakan Anda, di atas semua perbedaan di dunia, saya meminta maaf," ucap Paus Fransiskus.

Sri Paus menekankan, warga Rohingya sebagai sesama manusia juga diciptakan menurut "gambaran Tuhan" dan ia berjanji akan terus membantu mereka "agar hak-hak mereka dipandang".

Paus Fransiskus tiba di Bangladesh, Kamis (30/11/2017), setelah kunjungannya ke Myanmar, dan menjadi pemimpin gereja Katolik Roma pertama yang mengunjungi Bangladesh dalam 31 tahun.

Sri Paus tidak mengunjungi secara spesifik tempat-tempat pengungsian Rohingya, komunitas yang dianggap Paus Fransiskus sebagai "saudara dan saudari"-nya.

Kepada Paus Fransiskus, pemimpin politik Myanmar Aung San Suu Kyi mengaku telah menyadari bahwa situasi di Rakhine sudah menjadi sorotan dunia, Selasa (28/11/2017).

"Situasi di Rakhine sudah menjadi sorotan besar dunia," ucap Suu Kyi kepada Paus Fransiskus.

Menurut Aung San Suu Kyi, dirinya sangat menghargai dukungan pihak-pihak lain atas kesuksesan pemerintah dalam menangani konflik "antara komunitas yang berbeda di Rakhine".

"Menjadi niat Pemerintah Myanmar untuk menjadikan kemajemukan bangsa sebagai kekuatan negara, dengan melindungi hak, membina toleransi, dan menjamin keamanan semua warga," katanya lagi. (AFP/Huffington Post)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas