Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Korea Selatan Tuduh Rezim Kim Jong Un Dalang di Balik Pencurian Cryptocurrency

Cryptocurrency KRW 7,6 miliar yang hilang tersebut bernilai sekitar KRW 90 miliar atau mencapai Rp 1,1 triliun.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Korea Selatan Tuduh Rezim Kim Jong Un Dalang di Balik Pencurian Cryptocurrency
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Beberapa toko di Jepang menerima pembayaran menggunakan bitcoin. 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Badan mata-mata Korea Selatan menuding para peretas Korea Utara di balik penyerangan di bursa cryptocurrency di Korsel tahun ini. Total yang hilang diperkirakan mencapai US$ KRW 7,6 miliar (US$ 6,9 juta) atau sekitar Rp 96 miliar. 

National Intelligence Service (NIS), seperti dikutip media Korsel Chosun Ilbomelaporkan, pencurian ini terjadi di bursa Bitthumb, bursa Yapizon yang sekarang bernama Youbit, serta Coinis pada April dan September. 

Kini, cryptocurrency KRW 7,6 miliar yang hilang tersebut bernilai sekitar KRW 90 miliar atau mencapai Rp 1,1 triliun.

Tak hanya itu, peretas yang diduga dari Korea Utara juga disebut membocorkan informasi personal dari 36.000 akun di Bitthumb, yang disebut sebagai situs perdagangan bitcoin tersibuk di Korsel. 

Bahkan menurut NIS, mereka meminta KRW 6 miliar (US$ 5,5 juta) dari Bitthumb jika ingin data personal tersebut didelete. 

Serangan cyber di 10 bursa cryptocurrency oleh hacker Korea Utara juga terjadi Oktober lalu, lewat email berpenumpang malware. NIS menyebut, email tersebut menggunakan alamat internet Korea Utara.  

Sanny Cicilia/Kontan

Rekomendasi Untuk Anda


 
20
SHARES

 
   INDEKS BERITA

Tags  bitcoin

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas