Gereja di Dekat Kota Kairo Diserang, Sembilan Orang Tewas
Tiga korban yang tewas adalah polisi yang sedang bertugas di gereja Mar Mina, di kawasan Helwan. Seorang penyerang tewas.
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sembilan orang tewas ketika sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah gereja di selatan Kairo, ibu kota Mesir, Jumat (29/12/2017).
Saat terjadi penyerangan, kelompok bersenjata ini sempat berhadapan dengan polisi.
Tiga korban yang tewas adalah polisi yang sedang bertugas di gereja Mar Mina, di kawasan Helwan. Seorang penyerang tewas dan bahan peledak di sabuknya bisa dilumpuhkan.
Namun penyerang bersenjata lainnya berhasil melarikan diri.
Aparat keamanan Mesir sudah mengumumkan rencana peningkatan pengawalan sepanjang masa Tahun Baru dan Hari Natal umat Kristen Koptik. Langkah yang ditetapkan antara lain mengerahkan pasukan gerak cepat dan juga penggunaan peralatan 'penghambat komunikasi'.
Wartawan BBC di Kairo, Radwa Gamal, melaporkan serangan di gereja Mar Mina berlangsung ketika polisi yang sedang melakukan patroli melihat dua pria yang berperilaku mencurigakan.
Ketika polisi mendekat, keduanya melepas tembakan dan salah seorang ditembak mati polisi namun seorang lainnya melarikan diri.
Satu sabuk yang berisi bahan peledak ditemukan di jenazah penyerang yang tewas, yang menjadi indikasi atas rencana serangan besar yang mematikan.
Umat Kristen Koptik di Mesir pernah mengkritik pemerintah Mesir yang dianggap hanya mengambil langkah perlambang saja untuk melindungi mereka dan insiden terbaru ini, lapor wartawan kami, sepertinya tidak akan meredakan ketegangan antara kedua pihak.
Mesir merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam dan umat Kristen -umumnya jemaat Gereja Ortodoks Koptik- hanya sekitar 10% dari jumlah total penduduk. .
Bulan April tahun ini, sedikitnya 45 orang tewas dalam serangan atas gereja Koptik di Alexandria dan Tanta. Sebulan kemudian 29 umat Kristen Koptik tewas ditembaki oleh sekelompok pria bersenjata di dekat biara Saint Samuel, sebelah selatan Kairo.
Baca: Sampai Kapan Tio Pakusadewo Jalani Rehabilitasi Narkoba? Ini Jawaban Pengacaranya
Dan bulan Oktober seorang pendeta Koptik ditikam hingga tewas di Kairo.
Rangkaian serangan atas umat Kristen Kotik itu dituding dilakukan para militan Islam yang berhubungan dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan beberapa serangan memang diakui dilakukan oleh ISIS.
Para militan juga melancarkan sejumlah serangan di Semenanjung Sinai atas aparat keamanan dan pemerintah.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.