Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PM Jepang Kemungkinan ke Pembukaan Olimpiade Pyeongchang 8 Februari Mendatang

Apabila situasinya mengizinkan, saya akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade PyeongChang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PM Jepang Kemungkinan ke Pembukaan Olimpiade  Pyeongchang 8 Februari Mendatang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kemungkinan  menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 di Korea Selatan. Namun masalah wanita tentara Jepang saat perang dunia kedua tetap mengganjal hubungan kedua negara sehingga tidak sedikit pihak di dalam partai liberal (LDP) yang meminta Abe tidak ke Korsel.

"Apabila situasinya mengizinkan, saya akan  menghadiri  upacara pembukaan Olimpiade PyeongChang untuk mendukung para atlet Jepang dengan hadir dalam upacara pembukaan tersebut," paparnya Rabu ini (24/1/2018).

Meskipun demikian Abe juga  menyampaikan sikap pemerintah Jepang tentang kesepakatan isu wanita tentara Jepang jaman PD II  antara Korsel dan Jepang agar bisa diselesaikan dengan baik.

Pada bulan Desember tahun lalu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha menyampaikan permintaan Presiden Moon agar PM Abe dapat menghadiri Olimpiade PyeongChang.

Namun pemerintah Korsel kini tak mengakui kesepakatan mengenai wanita tentara Jepang yang telah ditandatangani kedua kepala negara setahun yang lalu.

"Susah ya diplomasi apabila kesepakatan kedua kepala negara saja sudah tidak diakui dengan pergantian kepala negara," ungkap Abe beberapa waktu lalu.

Abe bersikeras kesepakatan kedua kepala negara setahun lalu itu tetap diakui Moon hingga kini. Sedangkan Moon menolaknya.

Demikian pula  Abe berharap Korsel dapat  menekan Korut   semaksimal mungkin dengan mengadakan KTT (konperensi tingkat tinggi) dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in serta juga upaya menekan secara internasional Korut yang diharapkan dapat dilakukan bersama-sama oleh masyarakat internasional, agar masalah pembangunan nuklir, pengembangan dan peluncuran rudal dihentikan dan masalah penculikan warga Jepang oleh Korut dapat segera diselesaikan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas